![]() |
| Foto Bersama Warga Desa Randubener (Dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT) |
LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM :
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional
"Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) Kelompok 13 melaksanakan program kerja
"Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket untuk Mendukung Optimalisasi
Limbah Pertanian" di Desa Randubener, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 dengan sasaran yaitu para
petani yang tergabung dalam empat kelompok tani yaitu Tani Jaya, Sumber Tani, Bunga
Tani, dan Sido Makmur.
Bonggol jagung merupakan limbah
pertanian yang jumlahnya cukup banyak dan jarang di manfaatkan. Selama ini,
limbah tersebut hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk sehingga pemanfaatan
belum optimal. Melalui program kerja Mahasiswa KKN UPNVJT berupaya memanfaatkan
bonggol jagung dengan mengenalkan teknologi sederhana yang dapat mengolah
bonggol jagung menjadi briket biomassa.
Kegiatan pelatihan dilakukan di
Balai Desa Randubener berupa pemaparan materi dan mempraktikkan pengolahan
secara langsung. Proses pembuatan briket diawali dengan mengeringkan bonggol
jagung selama sekitar lima hari untuk menurunkan kadar air sebelum dilakukan
karbonisasi menggunakan reaktor biochar portabel hingga menjadi arang. Arang
kemudian dihaluskan menjadi serbuk dan dicampurkan dengan perekat (lem kanji)
yang terbuat dari tepung kanji dan air hingga membentuk adonan yang homogen.
Selanjutnya, adonan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dan dikeringkan
selama 3–5 hari hingga siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah
lingkungan dan bernilai ekonomis.
Antusiasme masyarakat terlihat
selama pelaksanaan kegiatan, warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik
pembuatannya dan komposisi bahan yang tepat supaya memperoleh hasil yang bagus.
Selain memberikan pendampingan teknis, mahasiswa juga menjelaskan potensi
pengembangan briket sebagai produk unggulan desa yang dapat meningkatkan nilai
tambah limbah pertanian.
Menurut Wanisih, limbah jagung yang
biasanya ia buang dan digunakan menimbun lubang air atau tanah yang becek memiliki
potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Proses pengolahannya menjadi lebih mudah
berkat adanya Teknologi Tepat Guna (TTG), sehingga tidak lagi bergantung pada
penggunaan LPG bersubsidi (LPG Melon) sebagai sumber pemanas yang selama ini
tidak diperbolehkan. Untuk peluang usahanya mudah karena terdapat pasar
ditambah lagi 2 tahun belakangan ini harga jagung naik 2500/kg sehingga
mendorong semangat petani untuk meningkatkan budidaya jagung.
![]() |
| Wawancara Bersama Salah Satu Warga Mengenai Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung (Dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT) |
Program ini merupakan bentuk
pengabdian mahasiswa KKN UPNVJT kepada masyarakat melalui penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi tepat guna. Diharapkan inovasi yang diperkenalkan
selama KKN dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat
jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan
ekonomi desa.
Reporter:
Fitranova Kandi
Penulis: Ila Elva Zahra




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?