Banner Iklan

Inovasi Mahasiswa KKN UPNVJT: Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket untuk Mendukung Optimasi Limbah Pertanian

Admin JSN
03 Agustus 2026 • 15.37 WIB

 

Foto Bersama Warga Desa Randubener (Dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) Kelompok 13 melaksanakan program kerja "Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket untuk Mendukung Optimalisasi Limbah Pertanian" di Desa Randubener, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 dengan sasaran yaitu para petani yang tergabung dalam empat kelompok tani yaitu Tani Jaya, Sumber Tani, Bunga Tani, dan Sido Makmur.

Bonggol jagung merupakan limbah pertanian yang jumlahnya cukup banyak dan jarang di manfaatkan. Selama ini, limbah tersebut hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk sehingga pemanfaatan belum optimal. Melalui program kerja Mahasiswa KKN UPNVJT berupaya memanfaatkan bonggol jagung dengan mengenalkan teknologi sederhana yang dapat mengolah bonggol jagung menjadi briket biomassa.

Kegiatan pelatihan dilakukan di Balai Desa Randubener berupa pemaparan materi dan mempraktikkan pengolahan secara langsung. Proses pembuatan briket diawali dengan mengeringkan bonggol jagung selama sekitar lima hari untuk menurunkan kadar air sebelum dilakukan karbonisasi menggunakan reaktor biochar portabel hingga menjadi arang. Arang kemudian dihaluskan menjadi serbuk dan dicampurkan dengan perekat (lem kanji) yang terbuat dari tepung kanji dan air hingga membentuk adonan yang homogen. Selanjutnya, adonan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dan dikeringkan selama 3–5 hari hingga siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Antusiasme masyarakat terlihat selama pelaksanaan kegiatan, warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatannya dan komposisi bahan yang tepat supaya memperoleh hasil yang bagus. Selain memberikan pendampingan teknis, mahasiswa juga menjelaskan potensi pengembangan briket sebagai produk unggulan desa yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah pertanian.

Menurut Wanisih, limbah jagung yang biasanya ia buang dan digunakan menimbun lubang air atau tanah yang becek memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.  Proses pengolahannya menjadi lebih mudah berkat adanya Teknologi Tepat Guna (TTG), sehingga tidak lagi bergantung pada penggunaan LPG bersubsidi (LPG Melon) sebagai sumber pemanas yang selama ini tidak diperbolehkan. Untuk peluang usahanya mudah karena terdapat pasar ditambah lagi 2 tahun belakangan ini harga jagung naik 2500/kg sehingga mendorong semangat petani untuk meningkatkan budidaya jagung.

Wawancara Bersama Salah Satu Warga Mengenai Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung (Dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT)

Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa KKN UPNVJT kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Diharapkan inovasi yang diperkenalkan selama KKN dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi desa.


Reporter: Fitranova Kandi

Penulis: Ila Elva Zahra


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inovasi Mahasiswa KKN UPNVJT: Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket untuk Mendukung Optimasi Limbah Pertanian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?