![]() |
| Dekan Fakultas Syariah UIN Malang Umi Sumbulah bersama WD I Sudirman (kanan) dan WD III Miftahul Huda saat rakor awal semester ganjil 2026/27./dok.UIN Malang |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) awal semester di Aula Gedung D lantai 2, Selasa (11/8/2026).
Rakor tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pembelajaran, peningkatan kualitas akademik, kemahasiswaan, hingga pengembangan kerja sama.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri Wakil Rektor I UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., jajaran dekanat, ketua dan sekretaris program studi, serta seluruh dosen di lingkungan Fakultas Syariah.
Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan terkait beberapa hal yang perlu ditekan dalam perkuliahan tahun 2026/2027, mulai dari memperkuat kurikulum OBE.
Kemudian juga setiap prodi menyusun RPS yang mengacu pada pencapaian Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (JPMK) dan Jam Pelajaran program studi.
Dalam arahannya, Wakil Rektor I mendorong sivitas akademika Fakultas Syariah untuk melakukan autokritik terhadap proses pembelajaran.
Menurutnya, orientasi pembelajaran perlu diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa, terlebih di tengah kemudahan akses terhadap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ia menilai budaya pembelajaran yang menekankan proses analisis dan diskusi terhadap buku-buku kanon perlu kembali diperkuat.
Menurutnya, mahasiswa jenjang sarjana tidak cukup hanya diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari.
"Saat ini kita harus move on. Jangan hanya mengejar hal yang bersifat simbolik akademik seperti pemeringkatan, tapi lupa pada hal-hal substansial," tegasnya.
Pada sisi lain, Basri mengapresiasi capaian para dosen Fakultas Syariah, khususnya dalam bidang publikasi ilmiah yang terindeks Scopus.
Capaian tersebut menurutnya, merupakan modal penting yang perlu terus dikembangkan sejalan dengan peningkatan mutu akademik.
Dalam sesi dialog, sejumlah dosen turut menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait pengembangan akademik. Beberapa di antaranya menyangkut keberlanjutan pendanaan buku ajar serta legalisasi kolaborasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa sebagai peneliti dalam proses penyelesaian tugas akhir.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman, M.A., memaparkan sejumlah agenda akademik untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Ia menyampaikan jadwal pembimbingan akademik atau perwalian, ketentuan baru terkait pengembangan kualitas akademik, serta pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman dari pelecehan seksual.
Sudirman juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali kalibrasi soal, penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta konsorsium dosen serumpun sebagai bagian dari implementasi Outcome Based Education (OBE).
"Kalau dulu, konsorsium dicanangkan di level Fakultas, sekarang dikelola prodi supaya proses eksekusinya lebih mudah. Melalui konsorsium ini, harapannya Bapak dan Ibu sekalian bisa menghasilkan buku dan pembelajaran yang lebih bermutu," ungkapnya.
Menurut Sudirman, penguatan konsorsium dosen di tingkat program studi diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas bahan ajar dan proses pembelajaran.
Agenda kemahasiswaan menjadi perhatian berikutnya. Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., menyampaikan pentingnya memperkuat pengembangan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan soft skill mahasiswa.
Selain itu, keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan juga akan diperkuat. Menurut Miftah,
"Mahasiswa tidak cukup hanya berhasil menyelesaikan perkuliahan. Kita ingin mahasiswa memiliki pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, daya saing, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan dunia profesional," urainya.
Arah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk meraih prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
"Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, kita ingin membangun ekosistem kemahasiswaan dengan semangat: Mahasiswa Aktif, Mahasiswa Berprestasi, Alumni Terkoneksi, dan Kerja Sama Berdampak," ujarnya.
Miftah menegaskan, pembelajaran mahasiswa tidak cukup hanya berlangsung melalui perkuliahan di kelas. Penguatan soft skill, terutama dalam kemampuan public speaking, jurnalistik, dan penulisan karya ilmiah, perlu dilakukan melalui berbagai program pembinaan.
"Target kita bukan sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan dan prestasi," tegas Miftah.
Penguatan jejaring dengan alumni dan berbagai lembaga mitra juga menjadi bagian penting dalam agenda kemahasiswaan.
Menurutnya, mahasiswa Fakultas Syariah juga telah menorehkan sejumlah prestasi dalam berbagai ajang di tingkat nasional maupun internasional.
"Berbagai capaian mahasiswa terus dipublikasikan melalui website Fakultas Syariah maupun media massa sebagai bagian dari upaya memperluas informasi mengenai prestasi mahasiswa," jelasnya.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama jajaran dekanat dan dosen mengenai berbagai aspek strategis Fakultas Syariah, meliputi penguatan akademik, pengembangan kemahasiswaan, peningkatan prestasi, serta perluasan kerja sama.
Melalui rapat koordinasi awal semester tersebut, Fakultas Syariah UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan memperkuat kualitas pembelajaran, membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih produktif, serta mengembangkan jejaring kerja sama yang memberikan dampak nyata.(MFT)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?