JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 20 anggota PKK Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang telah mengikuti Kegiatan Pelatihan Pengolahan Kerupuk Jamur yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bela Negara 34 Jombang Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Jarak sebagai salah satu upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil budidaya jamur menjadi olahan yang memiliki nilai tambah.
Berdasarkan hasil observasi anggota KKN Bela Negara 34 Jombang Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur setelah satu minggu menetap di Desa Jarak, Desa Jarak memiliki potensi budidaya jamur yang cukup menjanjikan.
Nur Aulia Rahmah selaku anggota KKN menjelaskan bahwa Desa Jarak memiliki kondisi alam yang sangat mendukung budidaya jamur. Letaknya di kawasan pegunungan membuat desa ini memiliki suhu yang sejuk dan tingkat kelembapan udara yang tinggi, sehingga jamur dapat tumbuh dengan baik.
"Desa Jarak punya kondisi alam yang cocok untuk budidaya jamur karena udaranya sejuk dan kelembabannya tinggi. Kami melihat ini sebagai potensi besar, jadi harapannya masyarakat bisa mulai mengembangkan produk olahan jamur agar nilai jualnya juga meningkat" Ujarnya.
Lantaran hal itu, Tim KKN 34 Jombang melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pengolahan Kerupuk Jamur yang mengajarkan proses pengolahan kerupuk jamur, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pencampuran adonan, pencetakan, hingga pengemasan produk. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik secara langsung sehingga dapat memahami setiap tahapan produksi.
Theofilus Adhika Ega Pratama sebagai panitia Pelatihan sekaligus Tim jamur mengatakan, Pelatihan ini dilaksanakan guna memperluas kreativitas dalam produk yang merupakan sumber bahan makanan yang sering dibudidayakan di desa Jarak yaitu Jamur.
“Di desa Jarak bahan jamur memiliki peluang yang tinggi apabila dikembangkan menjadi sebuah produk contoh nya keripik jamur” Ujarnya.
Usai pelatihan, Shellfine Aghnia Fazzagaidha, mahasiswa KKN 34 Jombang Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, turut mewawancarai salah satu peserta yang dalam berita ini disamarkan dengan nama Ibu Mawar. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan jamur menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Pelatihannya seru dan mudah dipahami. Tadi kami juga langsung praktik, jadi lebih paham cara membuat kerupuk jamur. Semoga nanti bisa coba bikin sendiri di rumah, siapa tahu bisa jadi tambahan penghasilan juga,” ujar Ibu Mawar.
Selama kegiatan berlangsung, anggota PKK menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam setiap tahapan praktik. Pendekatan praktik langsung diharapkan dapat memudahkan peserta memahami proses produksi sehingga dapat diterapkan secara mandiri di rumah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?