Banner Iklan

Wawancara Khusus Dengan Kades Bulupitu Gondanglegi Kabupaten Malang: Kami Ingin Amanah Allah Ini Menjadi Sumber Pangan, Energi dan Kesejahteraan Bersama

Admin JSN
26 Juli 2026 | 06.50 WIB Last Updated 2026-07-26T00:15:19Z
Tim Peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Ketua KDMP Bulupitu, Hannan Mansyur, Kepala Desa Bulupitu.

Kepala Desa Bulupitu: "Kami Ingin Amanah Allah Ini Menjadi Sumber Pangan, Energi, dan Kesejahteraan Bersama"

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Hamparan sawah hijau yang membentang luas di Desa Bulupitu bukan sekadar bentangan lahan pertanian. Bagi Pemerintah Desa, kawasan tersebut merupakan aset strategis yang akan menjadi fondasi swasembada pangan, wisata alam berbasis pertanian, hingga pusat pertumbuhan ekonomi desa yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam survei lapangan yang diikuti Tim Peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Ketua KDMP Bulupitu, Hannan Mansyur, Kepala Desa Bulupitu menjelaskan bahwa kawasan pertanian tersebut sedang disiapkan menjadi pusat ekonomi desa pada masa mendatang.

"Sawah Ini Bukan Hanya Menghasilkan Padi"

Di hadapan hamparan sawah yang luas, Kepala Desa menjelaskan bahwa Bulupitu memiliki potensi pertanian yang sangat besar.

> "Kalau melihat kawasan ini, orang hanya melihat sawah. Padahal bagi kami, sawah ini adalah pusat kehidupan masyarakat. Di sinilah nanti pangan diproduksi, wisata dibangun, masyarakat memperoleh penghasilan, dan anak-anak belajar mencintai pertanian."

Menurutnya, bentang alam Bulupitu memiliki karakter yang sangat mendukung pengembangan ekonomi pertanian modern.

Sawah yang relatif datar dengan sistem irigasi yang baik memungkinkan produksi padi berlangsung sepanjang tahun. Selain itu, sebagian lahan juga dapat dikembangkan menjadi sentra hortikultura seperti cabai, jagung, dan berbagai sayuran yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

Kawasan tersebut juga memiliki akses jalan yang memadai sehingga hasil panen dapat dengan mudah dipasarkan melalui KDMP.

Empat Potensi Besar Kawasan Pertanian

Sambil menunjuk ke arah hamparan sawah yang mengelilingi aliran sungai, Kepala Desa menjelaskan empat fungsi utama kawasan tersebut.

Pertama, sebagai pusat produksi pangan desa. Lahan pertanian yang luas akan menjadi basis utama swasembada beras Bulupitu sekaligus memasok kebutuhan pangan masyarakat.

Kedua, sebagai kawasan wisata pertanian (agro tourism). Hamparan sawah hijau dengan aliran sungai alami dinilai sangat potensial dikembangkan sebagai jalur healing, tracking, dan wisata edukasi pertanian.

> "Orang sekarang mencari ketenangan. Sawah yang hijau, sungai yang bersih, jalan setapak, semuanya sudah disediakan Allah. Tinggal kita kelola dengan baik."

Ketiga, sebagai kawasan ekonomi pertanian terpadu. Melalui KDMP, hasil panen petani nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk gabah, tetapi juga diolah menjadi beras kemasan sehingga nilai tambah dinikmati masyarakat desa.

Keempat, sebagai pendukung program MBG. Padi, sayuran, ikan, dan hasil pertanian lainnya akan menjadi sumber bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis.

Persoalan Batas Wilayah Harus Diselesaikan

Meski memiliki potensi yang besar, Kepala Desa mengakui pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi kendala. Salah satunya adalah persoalan batas wilayah dengan Desa Sukosari yang hingga kini belum sepenuhnya selesai.

Namun demikian, ia memilih mengedepankan pendekatan musyawarah dibandingkan memperbesar konflik.

> "Saya ingin duduk bersama. Persoalan batas jangan sampai menghambat kesejahteraan masyarakat. Kalau wilayah ini bisa kita kelola bersama, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat kedua desa."

Menurutnya, pembangunan kawasan ekonomi tidak boleh berhenti hanya karena persoalan administratif.

> "Kalau persoalan tidak selesai, yang rugi bukan pemerintah desa, tetapi masyarakat. Bahkan amanah Allah berupa tanah yang subur ini bisa menjadi terbengkalai."

Menyiapkan Penggilingan Padi Terpadu

Selain memperkuat sektor produksi, Pemerintah Desa juga telah menyiapkan rencana pembangunan unit penggilingan padi.

Lokasinya dipilih tidak jauh dari kawasan pembangkit listrik tenaga air yang sedang direncanakan.

> "Insya Allah, sekitar 300 meter dari lokasi pembangkit listrik nanti akan kami siapkan lahan untuk penggilingan padi."

Keberadaan listrik dari mikrohidro diharapkan mampu menekan biaya operasional pengolahan gabah sekaligus meningkatkan efisiensi usaha petani.

Dengan demikian, rantai ekonomi pertanian akan terintegrasi mulai dari produksi, penggilingan, pengemasan, hingga pemasaran melalui KDMP.

Pertanian Harus Memberikan Nilai Tambah

Kepala Desa menegaskan bahwa masa depan pertanian tidak cukup hanya menghasilkan gabah. Yang lebih penting adalah bagaimana desa mampu menghadirkan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian.

> "Kalau hanya menjual gabah, keuntungan petani kecil. Tetapi kalau kita punya penggilingan sendiri, beras kita kemas sendiri, dipasarkan sendiri melalui KDMP, maka keuntungan akan kembali kepada masyarakat."

Mewariskan Amanah untuk Generasi Mendatang

Menutup wawancara, Kepala Desa yang juga dikenal sebagai pendidik di madrasah menyampaikan bahwa seluruh rencana pembangunan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada generasi yang akan datang.

> "Saya ingin meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi anak-anak dan cucu Bulupitu. Amanah Allah berupa tanah yang subur, air yang melimpah, dan masyarakat yang rajin harus kita kelola sebaik-baiknya. Kalau kita mampu mengelolanya dengan benar, Bulupitu bukan hanya menjadi desa swasembada pangan, tetapi juga menjadi kawasan ekonomi pertanian yang memberikan manfaat bagi banyak orang."

Di akhir survei, Ketua KDMP Bulupitu Hannan Mansyur menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh proses pengembangan kawasan tersebut agar benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan, mengintegrasikan sektor pertanian, energi terbarukan, wisata, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem pembangunan berbasis masyarakat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wawancara Khusus Dengan Kades Bulupitu Gondanglegi Kabupaten Malang: Kami Ingin Amanah Allah Ini Menjadi Sumber Pangan, Energi dan Kesejahteraan Bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now