![]() |
| Universitas Muhammadiyah Malang dipercaya Puspresnas Kemendikdasmen sebagai mitra BTI 2026./dok.UMM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dikukuhkan sebagai pelopor ekosistem kampus hijau usai mengimplementasikan secara nyata Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Konsistensi dalam transisi energi inilah yang kembali menarik kepercayaan untuk tahun kedua secara berturut-turut dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai mitra penyelenggara Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026.
Ajang pembinaan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) ini digelar pada 1-7 Juli 2026. Ini juga mampu memacu inovasi pelajar unggulan nasional berbekal praktik langsung pada ekosistem EBT kampus putih.
Ketua Pelaksana BTI di UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menjelaskan bahwa penunjukan tahun kedua ini diraih usai menyisihkan proposal dari ratusan perguruan tinggi lainnya. UMM bahkan mendapatkan kuota istimewa dengan membina 40 peserta terpilih dari 1.000 peserta nasional, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan rata-rata kampus mitra.
Selama masa karantina sepekan, seluruh peserta ditantang merampungkan sepuluh modul proyek. Dyah menegaskan, keunggulan UMM juga terletak pada komitmen nyata untuk memberikan jaminan legalitas agar inovasi peserta memiliki perlindungan kekayaan intelektual yang jelas.
"Karya inovatif buatan adik-adik tidak sekadar diapresiasi dengan selembar sertifikat layaknya di kampus lain, melainkan langsung kami fasilitasi agar segera memperoleh Hak Cipta resmi," ujar Dyah dalam rilis UMM Kamis (2/7).
Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen pimpinan universitas. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In'am, Ph.D., menuturkan bahwa pembinaan bagi peserta yang mayoritas disiapkan untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) ini tidak sekadar mengukur kemampuan kognitif, tetapi juga menanamkan karakter tangguh dan nilai keislaman.
Sebagai wujud implementasi nyata, para siswa diajak meninjau langsung operasional teknologi ramah lingkungan di kampus, mencakup pemanfaatan PLTMH hingga instalasi panel surya di atas gedung-gedung perkuliahan.
"Berbagai teori sains yang dipelajari di bangku sekolah kini bisa disaksikan langsung penerapannya melalui inovasi energi terbarukan milik Direktorat Saintek UMM," ungkap In'am.
Daya juang dan kreativitas siswa akan terus diuji hingga puncak BTI 2026 melalui ajang hackathon dan pameran inovasi teknologi pada 6 Juli mendatang. Pameran karya yang akan disaksikan langsung oleh guru dan pelajar se-Malang Raya ini menjadi panggung pembuktian kecerdasan talenta muda.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta, In'am memastikan bahwa UMM telah menyiapkan penghargaan istimewa guna mempermudah akses mereka menuju pendidikan tinggi.
"Kami secara khusus telah menyediakan tiket emas berupa jalur beasiswa prestasi bagi kalian yang berminat melanjutkan pendidikan di berbagai program studi unggulan Kampus Putih," tegasnya.
Kepercayaan yang diberikan Puspresnas untuk kedua kalinya ini mengukuhkan peran vital UMM dalam menjembatani potensi saintis muda dengan ekosistem riset terapan.
Kolaborasi apik antara fasilitas teknologi ramah lingkungan, apresiasi karya cipta, hingga jaminan beasiswa pendidikan diharapkan menjadi fondasi kuat. Menurut UMM, para talenta belia ini di masa depan tidak hanya siap berkompetisi di kancah nasional, melainkan juga tumbuh menjadi inovator tangguh yang mampu memberikan solusi konkret bagi kemajuan bangsa.
Dokumentasi kegiatan (dok.UMM):
***
Editor: YAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?