Banner Iklan

UB Lepas 1.000 Mahasiswa MMD 2026, Siap Garap 100 Produk Teknologi Tepat Guna di 76 Desa Se-Jatim

M. Rifki Fauzi
06 Juli 2026 | 13.49 WIB Last Updated 2026-07-06T06:49:40Z

 

Dokumentasi Simbolis Simbolis pelepasan 1000 Mahasiswa oleh jajaran Rektorat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendorong kemajuan daerah di Jawa Timur. Pada Senin (6/7/2026), kampus berwujud biru ini resmi melepas dan memberangkatkan 1.000 mahasiswa peserta program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Tahun 2026.

Para mahasiswa yang berasal dari 15 fakultas berbeda ini akan mengabdi selama satu bulan penuh, terhitung sejak 6 Juli hingga 6 August 2026. Didampingi oleh 38 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mereka disebar ke 76 desa di 32 kecamatan yang berada di delapan kabupaten strategis di Jawa Timur.

Adapun delapan wilayah sebaran MMD UB tahun ini meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Kediri, Lamongan, Trenggalek, Ngawi, Bojonegoro, dan Banyuwangi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa momentum pemberangkatan ini bukan sekadar seremoni akademik biasa. Menurutnya, MMD adalah penanda dimulainya kolaborasi nyata, ruang pembelajaran, sekaligus kerja pengabdian mahasiswa bersama masyarakat pedesaan.

"Keberangkatan mahasiswa hari ini membawa mandat besar Universitas Brawijaya, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ujar Prof. Widodo dalam sambutannya.

Prof. Widodo juga mengingatkan agar para mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai pihak yang mendikte warga setempat. Sebaliknya, mereka harus hadir sebagai mitra masyarakat yang siap mendengar, belajar, serta menghormati kearifan lokal demi menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan MMD 2026, UB mematok target luaran yang konkret, terukur, dan berdampak luas. Tidak tanggung-tanggung, program ini membidik lahirnya lebih dari 100 produk Teknologi Tepat Guna (TTG) yang relevan dengan kebutuhan mendesak di masing-masing desa lokasi pengabdian.

Selain produk fisik, MMD kali ini juga ditargetkan menghasilkan sedikitnya 38 artikel ilmiah berskala nasional maupun internasional, serta lebih dari 500 publikasi di berbagai media massa sebagai bentuk akuntabilitas publik dan dokumentasi positif.

Sementara itu, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Prof. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa kesuksesan MMD 2026 turut ditopang oleh sinergi kuat lintas sektor. UB menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari internal kampus, kementerian, hingga dunia usaha.

Beberapa mitra yang terlibat aktif antara lain IKA Alumni UB, UB Forest, UB Press, BMU, Bank Jatim, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, PT Pertamina Patra Niaga, hingga Kementerian PPN/Bappenas.

"Kolaborasi bersama Perpusnas RI akan difokuskan pada KKN Literasi di 33 lokus yang tersebar di empat kabupaten, yakni Malang, Blitar, Lamongan, dan Kediri. Sedangkan sinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas mengambil tema penanggulangan kemiskinan di 8 desa di Kabupaten Malang dan Ngawi," jelas Prof. Lukman.

Di sisi lain, kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga diarahkan langsung pada pemberdayaan UMKM serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Program ini menyasar dua lokasi percontohan (pilot project), yaitu Desa Kalipuro (Banyuwangi) dan Desa Karangduren (Kabupaten Malang).

Melalui program terintegrasi yang menyasar poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs)—seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan—UB berharap para mahasiswa dapat menjaga integritas, etika, serta mengutamakan faktor keselamatan selama bertugas di lapangan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UB Lepas 1.000 Mahasiswa MMD 2026, Siap Garap 100 Produk Teknologi Tepat Guna di 76 Desa Se-Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now