Banner Iklan

Tentang Lima Bendungan Baru, Kaprodi Studi Teknik Sipil UMM Dr. Azhar Tegaskan Tidak Boleh Dipandang Hanya Pembangunan Fisik Saja

Admin JSN
17 Juli 2026 | 20.32 WIB Last Updated 2026-07-17T13:32:34Z


Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Azhar Adi Darmawan, S.T., M.T.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peresmian lima bendungan baru yang mulai beroperasi menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga ketersediaan air, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran bendungan tersebut diharapkan mampu menjamin pasokan air bagi sektor pertanian, mengurangi risiko banjir dan kekeringan, serta mendukung ketahanan energi di berbagai daerah.

Selain menjadi sumber air irigasi, bendungan juga dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, infrastruktur ini dapat menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di masa depan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Azhar Adi Darmawan, S.T., M.T., menegaskan bahwa bendungan tidak boleh dipandang hanya sebagai bangunan fisik penampung air.

"Bendungan tidak hanya berfungsi sebagai bangunan penampung air, tetapi merupakan sistem pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Azhar, keberhasilan pembangunan bendungan tidak cukup diukur dari banyaknya bendungan yang berhasil dibangun. Yang lebih penting adalah bagaimana bendungan tersebut mampu beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting yang harus menjadi perhatian, mulai dari efektivitas operasional, keberlanjutan fungsi waduk melalui pengendalian sedimentasi, keamanan bendungan, hingga efisiensi distribusi air kepada masyarakat dan lahan pertanian.

"Keberhasilan pembangunan bendungan tidak cukup diukur dari jumlah bendungan yang dibangun, melainkan juga dari efektivitas operasionalnya, keberlanjutan fungsi waduk melalui pengendalian sedimentasi, keamanan bendungan, efisiensi distribusi air, serta dampaknya terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Azhar menambahkan, pengelolaan bendungan yang berkelanjutan akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Ketersediaan air yang stabil memungkinkan petani melakukan pola tanam yang lebih baik sehingga hasil panen meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Di sisi lain, keberadaan bendungan juga berperan dalam mengurangi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Fungsi tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan iklim yang menyebabkan cuaca semakin sulit diprediksi.

Lebih jauh, ia menilai bendungan merupakan salah satu infrastruktur strategis yang memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan nasional. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air domestik dan pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan energi serta pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dengan pendekatan tersebut, bendungan menjadi infrastruktur strategis yang mampu memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di masa depan," pungkasnya.

Beroperasinya lima bendungan baru diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh generasi sekarang maupun mendatang.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tentang Lima Bendungan Baru, Kaprodi Studi Teknik Sipil UMM Dr. Azhar Tegaskan Tidak Boleh Dipandang Hanya Pembangunan Fisik Saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now