Banner Iklan

Sinergi Akademisi dan Industri: Implementasi Solar Cell Berbasis Circular Economy di Permukiman Hemat Energi melalui Inovasi Pendidikan dan Kemitraan Strategis (SDGs 4 & 17)

Admin JSN
23 Juli 2026 | 11.15 WIB Last Updated 2026-07-23T04:25:38Z

SDGs 4 - Quality Education
SDGs 17 - Partnerships for the Goals

Gambar 1. Dokumentasi pemaparan Solar Cell
Sumber : Data pribadi


SIDOARJO, 15 JULI 2026 | JATIMSATUNEWS.COM – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transisi menuju energi bersih terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan berjudul "Optimalisasi Pemanfaatan Solar Cell sebagai Energi Terbarukan Berbasis Circular Economy di Perumahan Griya Bhayangkara," yang bertempat di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen UPN "Veteran" Jawa Timur yang terdiri atas Bagas Aryaseta, S.T., M.S. sebagai ketua, serta Aulia Dewi Fatikasari, S.T., M.T. dan Nia Dwi Puspitasari, S.T., M.T. sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Dhavyrza Atha Bimantara, Aqilla Zahra Sudrajat, Nadia Rahmi Zahara, Anisa Febrika Valentina, dan Reyhan Eka Wardhana, sebagai bentuk kolaborasi antara akademisi dan mitra dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan solar cell berbasis circular economy. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi energi bersih, mendorong terwujudnya permukiman hemat energi, serta mendukung pencapaian SDGs 4 dan SDGs 17.

Di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin nyata, kesadaran akan pentingnya beralih ke sumber energi ramah lingkungan kini menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini, ketergantungan sektor rumah tangga terhadap energi konvensional berbasis bahan bakar fosil tidak hanya memberikan beban ekonomi melalui kenaikan biaya listrik, tetapi juga menyumbang jejak karbon yang merusak ekosistem. Merespons permasalahan tersebut, tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur hadir membawa solusi inovatif berupa teknologi solar cell sederhana guna memperkenalkan alternatif energi yang ramah lingkungan, mudah diterapkan, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui semangat hilirisasi hasil riset multidisiplin, tim tidak sekadar memberikan bantuan, melainkan memberdayakan warga secara teknis. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memahami prinsip kerja sistem solar cell mulai dari panel surya, sistem kontrol, hingga baterai penyimpan daya sebagai langkah konkret dalam menekan pemborosan energi. Program ini secara khusus mengusung konsep circular economy yang menekankan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan. Dengan mengadopsi teknologi panel surya skala rumah tangga, warga Perumahan Griya Bhayangkara didorong untuk menjadi subjek utama dalam menciptakan kemandirian energi di lingkungannya sendiri.

Pendekatan berbasis komunitas atau bottom-up development ini diharapkan mampu mengubah perilaku konsumsi energi masyarakat, sekaligus menjadi cermin nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan warga dapat menjawab isu global seperti target Sustainable Development Goals (SDGs) dan Asta Cita melalui aksi nyata yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Melalui sinergi ini, Perumahan Griya Bhayangkara diharapkan dapat menjadi percontohan kawasan pemukiman yang menerapkan prinsip sustainable living guna mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan
Gambar 1 Skema Pemanfaatan Solar Cell
Gambar tersebut mengilustrasikan mekanisme kerja sistem solar cell sederhana yang diperkenalkan kepada warga. Panel surya mini berfungsi sebagai pengkonversi energi matahari menjadi energi listrik, yang kemudian dialirkan melalui konektor kabel menuju modul pengisi daya baterai litium. Energi yang tersimpan dalam baterai 16850 ini selanjutnya dapat disalurkan melalui saklar push on/off untuk mengoperasikan berbagai perangkat, seperti dinamo penggerak baling-baling kipas atau modul step up DC-to-DC yang menyediakan output USB untuk menyalakan lampu LED.

Melalui skema ini, warga dapat melihat secara langsung bagaimana komponen-komponen sederhana tersebut berintegrasi menjadi satu kesatuan sistem pembangkit listrik tenaga surya skala rumah tangga yang fungsional. Edukasi visual ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mendalam bahwa teknologi energi terbarukan bukan lagi sekadar konsep yang rumit, melainkan solusi praktis yang dapat direplikasi secara mandiri untuk mendukung efisiensi energi di lingkungan hunian mereka.
Gambar 2. Tahap pelaksanaan

Rangkaian kegiatan pengabdian ini sendiri dilaksanakan melalui tahapan yang terstruktur dan sistematis, sebagaimana terlihat pada Gambar 2. Tahap pertama dimulai dengan pengamatan permasalahan di lapangan, perizinan, koordinasi dengan pihak mitra, hingga persiapan matang terkait alat, bahan, dan materi edukasi. Setelah persiapan rampung, tahap kedua menjadi inti dari kegiatan, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya efisiensi energi serta praktik langsung perakitan solar cell bagi warga.

Dalam sesi sosialisasi, tim dosen memaparkan kondisi konsumsi energi di Indonesia dan urgensi transisi menuju energi terbarukan sebagai respons terhadap krisis energi di masa depan. Selain itu, dikenalkan pula konsep circular economy yang menekankan efisiensi sumber daya dan optimalisasi teknologi berjangka panjang, di mana energi matahari diposisikan sebagai sumber daya bersih yang dapat diperbarui guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. 
Memasuki sesi praktik, peserta diajak mengenal komponen utama sistem seperti panel surya, solar charge controller, baterai, hingga inverter, serta dibimbing langsung dalam teknik instalasi dasar. Pendekatan interaktif ini dirancang agar warga tidak hanya menyerap teori, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis yang menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengadopsi teknologi energi bersih. Ketua Tim Pengabdian menegaskan bahwa keberhasilan program ini diukur dari perubahan pola pikir masyarakat dalam menggunakan energi secara lebih efisien dan bertanggung jawab.

Tak hanya bagi warga, kegiatan ini menjadi sarana belajar berharga bagi mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur untuk mengimplementasikan ilmu dari bangku kuliah. Mahasiswa terlibat aktif mulai dari penyusunan materi, pendampingan praktik, hingga tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, tim pelaksana menggunakan pre-test, post-test, serta penyebaran kuesioner untuk mengukur peningkatan pemahaman serta tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi inilah yang nantinya akan menjadi landasan bagi tim dalam menyempurnakan program pengabdian di periode mendatang, demi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan tahap evaluasi dan pelaporan yang komprehensif. Melalui pengukuran pre-test dan post-test, tim mampu memetakan peningkatan literasi energi warga secara terukur, sementara kuesioner yang disebarkan memberikan gambaran mengenai efektivitas metode penyuluhan serta potensi implementasi teknologi solar cell yang lebih luas di kawasan Perumahan Griya Bhayangkara. Data evaluasi ini menjadi modal berharga bagi tim pengabdian untuk merancang program pendampingan lanjutan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan warga.

Secara strategis, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi energi, tetapi juga sukses menanamkan budaya hemat energi serta penerapan prinsip circular economy yang efisien sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui langkah kecil yang dimulai dari praktik perakitan mandiri ini, diharapkan tercipta efek domino yang mendorong masyarakat untuk lebih mandiri secara energi dan ramah terhadap lingkungan.

UPN "Veteran" Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan teknologi tepat guna melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan yang berkelanjutan.


Penulis : Dhavyrza Atha Bimantara  dan Aqilla Zahra Sudrajat   (Mahasiswa UPN Veteran Jatim)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sinergi Akademisi dan Industri: Implementasi Solar Cell Berbasis Circular Economy di Permukiman Hemat Energi melalui Inovasi Pendidikan dan Kemitraan Strategis (SDGs 4 & 17)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now