Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc Percepat Transformasi Siap Jadi Pendidikan Tinggi
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang usia ke-20 tahun, Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya untuk melakukan percepatan transformasi institusi dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas akademik, serta mempersiapkan diri menjadi trendsetter pendidikan tinggi yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menegaskan dalam acara media gathering Jumat 3 Juli di ruang Pinus Hotel Savana menyatakan bahwa tema besar yang diusung kampus tahun ini, Fostering Transformative Convergence, menjadi refleksi dari kebutuhan zaman yang menuntut sinergi berbagai pihak untuk menghadirkan perubahan yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kemajuan tidak mungkin dicapai secara individual, melainkan harus dibangun melalui kerja sama yang melibatkan banyak unsur dalam masyarakat.
"Percepatan perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat. Karena itu, kami terus mengembangkan konsep pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Bahkan saat ini berkembang menjadi hexa helix, di mana pihak-pihak yang terdampak langsung, termasuk lingkungan, juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan," ujarnya.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi sosial dan pendidikan. Berbagai kajian yang dilakukan Universitas Ma Chung menunjukkan bahwa media mampu menjadi jembatan penting dalam menyebarluaskan gagasan, inovasi, sekaligus membangun kepercayaan publik.
"Kami sangat menaruh perhatian pada peran media. Banyak hasil kajian menunjukkan bahwa media memiliki kontribusi besar dalam mendukung perubahan dan kemajuan masyarakat," katanya.
Prof. Yufra menjelaskan bahwa perjalanan 20 tahun pertama Universitas Ma Chung merupakan fase pengembangan awal yang diarahkan untuk menjadikan kampus sebagai teladan atau living example dalam dunia pendidikan tinggi.
Memasuki usia ke-21 tahun nanti, Ma Chung akan memasuki fase baru dengan cita-cita menjadi living trendsetter yang mampu membentuk lingkungan dan masyarakat di sekitarnya melalui kontribusi ilmu pengetahuan dan inovasi.
"Kami ingin ikut membentuk dunia di mana kami berada. Bukan sekadar menjadi institusi pendidikan, tetapi menjadi penggerak perubahan dan penentu tren yang memberi manfaat bagi masyarakat, baik di Malang maupun di tingkat yang lebih luas," tegasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pihak universitas membuka diri terhadap berbagai masukan dan memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, jajaran rektorat bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik menetapkan tiga fokus utama dalam periode 2023 hingga 6 Juli 2027.
Pilar pertama adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Ma Chung. Kepercayaan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kualitas lulusan, tetapi juga lewat karya ilmiah, opini akademik, hak paten, inovasi, dan berbagai kontribusi nyata lainnya.
"Kualitas bukan hanya soal lulusan, tetapi juga karya ilmiah, opini, hak paten, serta berbagai bentuk pengabdian dan inovasi yang dihasilkan kampus," ungkapnya.
Pilar kedua adalah peningkatan kualitas akreditasi. Jika pada awal berdiri tahun 2007 Universitas Ma Chung hanya memiliki lima program studi, kini jumlahnya berkembang menjadi 12 program studi yang mencakup jenjang D3, S1, profesi, dan magister.
Dari total tersebut, enam program studi atau sekitar 50 persen telah berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Namun demikian, pihak kampus menegaskan bahwa keunggulan yang dicapai bukan sekadar bersifat administratif.
"Kami ingin unggul secara substansi. Lulusan Ma Chung harus benar-benar dipercaya oleh masyarakat karena kualitas dan kompetensinya," jelasnya.
Pilar ketiga adalah kemandirian finansial. Menurut Prof. Yufra, sejak awal berdiri pada 2007, Universitas Ma Chung telah menerapkan prinsip efisiensi dan tata kelola yang sehat sehingga mampu mencapai kemandirian keuangan dalam waktu relatif singkat.
"Sejak awal kami sudah terbiasa hidup efisien. Dalam tiga tahun, universitas ini sudah mandiri secara finansial. Perguruan tinggi yang baik harus memiliki fondasi keuangan yang kuat agar dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas," katanya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan tahap berikutnya, Universitas Ma Chung juga tengah mempersiapkan pembukaan program doktor (S3) sebagai bentuk peningkatan kontribusi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Prof. Yufra menjelaskan bahwa setiap jenjang pendidikan tinggi memiliki peran yang berbeda dalam pengembangan ilmu.
"Kalau S1 itu mempelajari pengetahuan, S2 mengembangkan pengetahuan, sedangkan S3 bertugas menemukan pengetahuan baru. Karena itu kami mulai mempersiapkan pembukaan program doktor sebagai langkah strategis berikutnya," ujarnya.
Selain program S3 bidang inovasi, Universitas Ma Chung juga merancang pembukaan program studi baru di bidang hukum bisnis untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan ekonomi modern.
Dengan berbagai langkah transformasi tersebut, Universitas Ma Chung optimistis dapat memasuki usia ke-20 dengan semangat baru, menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi trendsetter yang memberi dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?