MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangkaian acara menyambut perhelatan akbar Tudang Sipulung, Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Jawa Timur menggelar acara "Silaturahmi & Dialog Budaya Bersama Suku Tengger". Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini diselenggarakan di kawasan wisata ikonik Bromo Hillside, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Pertemuan ini menjadi momentum berharga di mana masyarakat lintas etnis saling memperkenalkan, bertukar pikiran, dan mengapresiasi kekayaan budaya masing-masing demi memperkokoh persatuan bangsa.
Akulturasi Budaya di Atas Awan
Acara dialog dihadiri oleh jajaran pengurus KKSS Jawa Timur, tokoh masyarakat, serta para sesepuh dan warga Suku Tengger. Dengan latar pemandangan alam Bromo yang megah, para peserta yang hadir tampak mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing—perpaduan kontras namun harmonis antara pakaian adat Sulawesi Selatan dengan udeng dan kain khas Tengger.
Dalam dialog tersebut, perwakilan KKSS mengenalkan falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan seperti *Siri' na Pacce* (menjaga harga diri dan kepedulian sosial) serta tradisi gotong royong. Di sisi lain, tokoh adat Suku Tengger membagikan nilai-nilai luhur kepatuhan alam, kedamaian, dan ritual adat menjaga kelestarian Gunung Bromo yang selama ini mereka rawat secara turun-temurun.
Jembatan Persaudaraan Menuju Tudang Sipulung 2026
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan jembatan kebudayaan yang sengaja dibangun dalam rangkaian acara menuju Tudang Sipulung KKSS Jawa Timur 2026.
" Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebagai warga keturunan Sulawesi Selatan yang menetap dan berkarya di Jawa Timur, kami ingin terus merawat hubungan baik dengan masyarakat lokal, khususnya Suku Tengger. Dialog budaya ini membuktikan bahwa perbedaan adat bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang memperkuat rasa persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa," ujarnya di sela-sela acara.
Selain dialog budaya, acara ini juga diisi dengan sosialisasi program kemasyarakatan, termasuk kolaborasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi komunitas lokal, yang diharapkan dapat memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi warga di sekitar kawasan Bromo.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah, foto bersama di atas dek kaca Bromo Hillside, serta komitmen bersama untuk terus menjaga toleransi dan kolaborasi kebudayaan di masa depan.
Tentang KKSS Jawa Timur:
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jawa Timur adalah organisasi paguyuban warga perantauan asal Sulawesi Selatan di wilayah Jawa Timur yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan, dengan visi aktif berkontribusi bagi pembangunan daerah tempat bernaung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?