Banner Iklan

Puisi: Pahatan Semesta

JSN Admin 2
11 Juli 2026 | 13.17 WIB Last Updated 2026-07-11T06:17:54Z
Ilustrasi puisi Pahatan Semesta karya Iyeth./dok.istimewa

PUISI | JATIMSATUNEWS.COM:

Pahatan Semesta

Bukit berjejer tegak di atas punggung tanah,
kokoh tak tergoyah, tiang penyangga semesta;
angin berembus lirih, menyisir setiap celah,
membisikkan rahasia dalam hening yang tersisa.

Lekuknya adalah pahatan Sang Pencipta yang abadi,
tiada goresan tangan, murni karya alam,
likuk jalan di bawahnya berkelok,  
bagai arus magnetik,
melukis garis tak terputus di wajah bumi yang tenang.

Juntai dahan pohon berbaris sepanjang jalan,
menjadi bingkai alami bagi keagungan ini,
menegaskan bentuk, menyempurnakan rupa,
sebagai hiasan yang tak diminta, tak terganti.

Gundukan rumput membentang, hijau menyelimuti pandang,
menjadi narasi terpanjang yang ditulis langit,
memenuhi setiap syarat keindahan yang ada,
semesta tersenyum lebar dalam teduh hijau,
lengkung bukit ni adalah puisi yang tak bersuara.

Bukit Teluk Asmara, 11 Juli 2026
Iyeth

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi: Pahatan Semesta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now