Banner Iklan

Pokir FPKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi Salurkan Sound System, Hadrah hingga Bantuan Pendidikan untuk Warga Klojen

Anis Hidayatie
19 Juli 2026 | 06.35 WIB Last Updated 2026-07-18T23:36:20Z

 


Pokir FPKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi Salurkan Sound System, Hadrah hingga Bantuan Pendidikan untuk Warga Klojen

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Arief Wahyudi, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat mulai membuahkan hasil. Melalui Program Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2026, berbagai bantuan untuk kelompok seni budaya, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Klojen mulai direalisasikan.

Bantuan yang disalurkan meliputi sound system, perangkat hadrah, perlengkapan kesenian, hingga sarana pendidikan bagi sejumlah PAUD dan TK Muslimat NU. Penyerahan dilakukan secara bertahap kepada kelompok penerima yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan.

Arief Wahyudi menjelaskan, program pokir merupakan salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pembangunan pemerintah daerah. Karena itu, setiap usulan harus berasal dari lembaga resmi dan melalui proses verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

"Semua usulan harus melalui lembaga, baik RT, RW, LPMK, kelompok seni maupun lembaga pendidikan. Tidak ada bantuan yang diajukan atas nama pribadi. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar legislator yang akrab disapa AW.

Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 12 kelompok seni budaya di Kecamatan Klojen menerima bantuan berupa sound system, perangkat hadrah, serta berbagai perlengkapan kesenian lainnya. Selain itu, dua lembaga PAUD juga memperoleh bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

Menurut Arief, perhatian terhadap sektor seni budaya merupakan bagian dari upaya menjaga ruang kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang berkembang di lingkungan kampung.

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan mampu meningkatkan aktivitas kesenian di masing-masing wilayah," katanya.

Salah satu penerima bantuan, Muhammad Lutfi Zakaria, mengungkapkan bahwa kelompok keseniannya mengajukan bantuan sound system setelah memenuhi seluruh persyaratan, termasuk memiliki Kartu Induk Kesenian (KIK) yang menjadi syarat utama dalam pengajuan pokir.

Ia menjelaskan, proses penerbitan KIK diawali dengan rekomendasi RT dan RW, kemudian diverifikasi oleh kelurahan sebelum diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Meski penerbitannya relatif cepat, kartu tersebut baru dapat digunakan sebagai syarat pengajuan pokir setelah berusia minimal satu tahun.

"Alhamdulillah KIK kami sudah lebih dari satu tahun, sehingga baru bisa mengajukan bantuan sound system. Sebelumnya kami sudah menerima bantuan hadrah, sehingga kali ini yang dibutuhkan adalah sound system untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat," ujarnya.

Menurut Lutfi, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan warga, mulai dari pengajian, peringatan hari besar keagamaan, kegiatan kampung, hingga pertunjukan seni budaya.

Tidak hanya kelompok seni, organisasi Muslimat NU di Kecamatan Klojen juga kembali menerima manfaat dari program pokir tersebut.

Ketua Muslimat NU Ranting Bareng Bandarangin, Hj. Misiati, secara simbolis menerima bantuan sound system di Masjid Quba', Kelurahan Bareng. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Arief Wahyudi yang dinilai terus mendukung kegiatan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama tersebut.

"Terima kasih Pak Arief. Muslimat NU Bandarangin kembali mendapatkan pokir berupa sound system. Sebelumnya kami juga menerima laptop untuk TK Muslimat dan PAUD, tenda, hingga dua tenda kerucut. Semua bantuan itu sangat bermanfaat untuk kegiatan organisasi maupun pendidikan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengajak para ibu Muslimat untuk memperkuat peran keluarga dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan teknologi digital, perjudian daring (judol), hingga perilaku yang dapat menghambat tumbuh kembang generasi muda.

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Ranting Jodipan Kulon, Sulastri, juga menerima bantuan berupa perangkat hadrah dan sound system. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan keagamaan, pembinaan seni hadrah, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan di lingkungan ranting.

Selain sektor seni budaya dan pendidikan, Arief memastikan Pokir Tahun Anggaran 2026 juga diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan di Kecamatan Klojen. Berbagai usulan seperti perbaikan jalan kampung, rehabilitasi saluran drainase dan gorong-gorong, hingga penataan kawasan permukiman telah masuk dalam daftar realisasi melalui dinas teknis terkait.

"Pokir bukan sekadar program bantuan, tetapi bentuk nyata kehadiran wakil rakyat dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga benar-benar diwujudkan menjadi pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga. Dengan mekanisme yang transparan dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, kami berharap manfaatnya semakin luas bagi penguatan sektor sosial, budaya, pendidikan, dan pembangunan lingkungan," pungkas Arief. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pokir FPKB DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi Salurkan Sound System, Hadrah hingga Bantuan Pendidikan untuk Warga Klojen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now