MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak terus diwujudkan secara nyata oleh Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB). Melalui program inovatif bertajuk "Gerobak Giling" (Gizi Keliling), tim pengabdian masyarakat bersama BEM FBiPK UB turun langsung menyapa warga di wilayah Kampung Lingkar Kampus.
Aksi perdana program ini sukses digelar pada Jumat (17/7/2026) dengan menyasar puluhan santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Hidayah yang berlokasi di kawasan Jalan Kerto Pamudji, Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang.
Kehadiran mahasiswa ini bukan sekadar untuk membagikan makanan gratis. Lebih dari itu, Gerobak Giling dirancang sebagai sarana edukasi gizi yang asyik dan dekat dengan keseharian anak-anak. Mereka diajarkan untuk mengenali berbagai pilihan pangan sehat berbahan lokal yang murah, meriah, namun kaya akan nutrisi.
Dalam aksi blusukan tersebut, Tim Kampung Lingkar Kampus FBiPK UB membagikan paket makanan bergizi yang terdiri dari:
- Bubur Kacang Hijau
- Telur Rebus
- Nasi Kuning
Menu tersebut sengaja dipilih sebagai representasi sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Suasana hangat dan antusiasme tampak mewarnai jalannya kegiatan. Anak-anak tak hanya lahap menikmati sajian, tetapi juga aktif menyimak pesan dari kakak-kakak mahasiswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pola makan sejak dini.
Bukan Sekadar Bagi Makanan, Tapi Bentuk Kesadaran
Presiden BEM FBiPK UB sekaligus Penanggung Jawab (PIC) Gerobak Giling, Naufal Samosir, menegaskan bahwa esensi utama dari program pengabdian ini adalah edukasi berjangka panjang.
“Melalui Gerobak Giling, kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa makanan bergizi dapat berasal dari bahan pangan yang sederhana dan mudah ditemukan di sekitar kita. Pembagian makanan ini adalah wujud konkret dari edukasi sekaligus upaya nyata menambah asupan gizi mereka,” ujar Naufal.
Lebih lanjut, Naufal menambahkan bahwa program ini dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa—mulai dari perencanaan menu hingga evaluasi. Hal ini menjadi ajang yang tepat untuk mengasah kepedulian sosial dan mendekatkan kampus dengan warga sekitar.
“Kami berharap Gerobak Giling dapat terus berjalan setiap Jumat dan menjangkau lebih banyak anak di wilayah Kampung Lingkar Kampus. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan kontribusi yang berkelanjutan,” terangnya.
Hadir Setiap Jumat Berkah, Buka Pintu Donasi
Rencananya, Gerobak Giling akan dijadikan program rutin yang bergulir setiap hari Jumat dengan lokasi yang berpindah-pindah. Sasarannya pun meluas ke berbagai titik di kawasan Kampung Lingkar Kampus.
Untuk menjaga napas keberlanjutan program, kegiatan ini didanai oleh alokasi Program Pengabdian kepada Masyarakat FBiPK UB. Menariknya, panitia juga membuka pintu donasi lebar-lebar bagi sivitas akademika, alumni, mitra pengusaha, maupun masyarakat umum yang ingin bersedekah. Pengelolaan donasi dipastikan berjalan transparan dan satu pintu melalui kanal resmi FBiPK UB dan BEM.
Komitmen civitas akademika UB melalui Gerobak Giling ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 2: Tanpa Kelaparan
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
- SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Program ini sekaligus mendukung #UniversitasBrawijaya_SDG2: Tanpa_Kelaparan #UniversitasBrawijaya_SDG4: Pendidikan_Berkualitas, #UniversitasBrawijaya_SDG11: Kota_Dan_Pemukiman_Yang_Berkelanjutan, Melalui langkah konsisten setiap pekan, gerakan kecil dari mahasiswa BEM FBiPK UB ini diharapkan mampu menjadi bola salju yang membangun ekosistem hidup sehat dan kepedulian sosial yang kuat di Malang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?