MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menciptakan inovasi pakan ayam petelur bernama Galorfeed. Pakan alami berbahan dasar bawang putih dan daun kelor ini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah kuning telur pucat, cangkang rapuh, serta menekan ketergantungan peternak pada obat kimia.
Perwakilan tim mahasiswa, Naufal Atthoriq, mengungkapkan bahwa penggunaan bahan kimia jangka panjang memicu residu berbahaya yang menurunkan kualitas telur. Berangkat dari masalah tersebut, timnya memformulasikan pakan mash (racikan halus) yang lebih sehat.
"Galorfeed memadukan allicin dari bawang putih sebagai antibiotik alami dan penambah nafsu makan, serta daun kelor sebagai sumber protein dan antioksidan," jelas Naufal, Jumat (03/07/2026).
Khasiat pakan ini telah dibuktikan lewat uji coba intensif selama sepuluh hari. Hasilnya, ayam yang mengonsumsi Galorfeed memproduksi kuning telur yang jauh lebih pekat, cangkang yang lebih keras, dan lebih kebal terhadap penyakit.
Saat ini, inovasi tersebut telah diterapkan dengan sukses pada peternakan skala rumahan di kawasan Jombang. Pakan organik ini juga siap dipasarkan dengan harga yang sangat kompetitif, yakni Rp8.000 per kilogram. Naufal dan ketujuh rekannya bertekad untuk segera melakukan komersialisasi massal produk ini.
Inovasi aplikatif yang lahir dari mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan ini mendapat apresiasi tinggi dari dosen pengampu sekaligus pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU. Menurutnya, produk ini sukses menekan biaya produksi sekaligus memecahkan masalah riil di lapangan.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan teori di kelas menjadi produk solutif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya peternak ayam petelur," puji Prof. Indah.
Ke depannya, Galorfeed diharapkan dapat diproduksi secara massal untuk mendongkrak kesejahteraan pelaku UMKM peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional yang lebih sehat dan aman.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?