![]() |
| Ketum IKA Khofifah mengajak alumni Unair di Riau berinovasi dan kontribusi untuk daerahnya, Jawa Timur dipastikan Khofifah buka pintu untuk studi banding./dok.Pemprov Jatim |
PEKANBARU | JATIMSATUNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA Unair) Surabaya, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh alumni Universitas Airlangga untuk terus memperkuat jejaring, kolaborasi, dan inovasi agar mendorong kemajuan daerah.
Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur ini menyampaikan ajakannya saat menghadiri Forum Silaturahim bersama Pengurus Wilayah IKA Unair Provinsi Riau di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (7/7).
Forum silaturahmi alumni Unair ini menurut Khofifah tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang strategis untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
"Jadi, silaturahim ini bukan hanya silaturahim raga, tetapi juga silaturahim ide, pikiran, dan gagasan," ujar Khofifah dalam keterangannya yang diterima Rabu (8/7).
Menurutnya, dari ruang-ruang seperti inilah lahir kolaborasi, inovasi, dan kontribusi nyata alumni untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Khofifah menyebut jejaring alumni adalah kekuatan besar. Ketika jejaring ini terus dipelihara melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik. "Sehubungan dengan itu, maka manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh almamater, tetapi juga oleh masyarakat luas," imbuhnya.
Alumni dari berbagai disiplin ilmu dipersilakan untuk melakukan studi banding maupun best practice ke Jawa Timur, jika dianggap perlu, guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang masing-masing, terutama pada sektor pendidikan.
"Kalau ada alumni dari berbagai profesi dan disiplin ilmu yang ingin melakukan studi banding atau best practice ke Jawa Timur, kami sangat terbuka. Mari saling belajar, saling berbagi pengalaman, terutama untuk memperkuat kualitas SDM, karena peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan daerah maupun bangsa," tutur Khofifah.
Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan di masa kepresidenan Gus Dur ini, Jawa Timur terus memperluas ekosistem pendidikan bertaraf internasional melalui berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi dunia. Di antaranya, King's College London (KCL) dan Western Sydney University (WSU).
Berbagai penguatan ekosistem pendidikan disebutnya menjadi modal penting dalam mencetak SDM unggul yang adaptif, berdaya saing global, sekaligus dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para alumni IKA Unair yang ingin melakukan studi banding maupun menggali berbagai praktik terbaik di Jawa Timur.
"Kami ingin Jawa Timur menjadi rumah belajar bersama. Silakan para alumni IKA Unair dari berbagai disiplin ilmu datang untuk bertukar pengalaman, melakukan benchmarking, dan berbagi praktik-praktik terbaik. Semakin banyak kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia," ajaknya.
Khofifah juga mengajak seluruh pengurus wilayah dan alumni untuk makin aktif mendiseminasikan berbagai informasi positif mengenai Universitas Airlangga kepada masyarakat. Menurutnya, alumni memiliki peran strategis sebagai duta almamater untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Unair kepada generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA di Provinsi Riau.
Sosialisasi yang semakin masif dapat meningkatkan minat putra-putri Riau melanjutkan pendidikan di Unair, sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum dialog ini kemudian diisi sejumlah alumni menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya perlunya memperluas kesempatan bagi calon mahasiswa dari luar Pulau Jawa agar semakin banyak yang berani menjadikan Universitas Airlangga sebagai pilihan utama dalam seleksi masuk perguruan tinggi.
Alumni juga mengusulkan penguatan fasilitas pendukung, termasuk penyediaan asrama bagi mahasiswa dari luar daerah sebagai sarana adaptasi sekaligus pusat informasi selama menjalani pendidikan di Surabaya.
Khofifah menyambut baik berbagai masukan tersebut. Menurutnya, seluruh aspirasi yang berkembang dalam forum menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat akses pendidikan tinggi yang semakin inklusif dan berkualitas.
"Susah bukan berarti tidak bisa. Yang diperlukan adalah komitmen yang tinggi, disiplin yang kuat, dan semangat untuk terus memperjuangkan berbagai ikhtiar demi kemajuan bersama," respons Khofifah.
Ia juga menyampaikan berbagai capaian membanggakan Unair di tingkat internasional. Pada 2025, Unair berhasil menempati peringkat ke-9 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings, sekaligus menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) versi THE Impact Rankings.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan Universitas Airlangga terus berkembang menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Maka, ia mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga nama baik almamater, memperkuat jejaring kolaborasi, menjadi agen diseminasi informasi yang positif, serta menghadirkan kontribusi nyata melalui pengabdian di bidang masing-masing demi kemajuan daerah dan Indonesia.
"Prestasi UNAIR adalah kebanggaan seluruh alumni. Karena itu, mari kita rawat semangat kebersamaan ini dengan terus memperkuat jejaring, menyebarluaskan informasi positif tentang almamater, membangun kolaborasi lintas daerah, dan menghadirkan kontribusi nyata melalui karya serta pengabdian di bidang masing-masing demi kemajuan Indonesia," tegasnya.
Menurut laman resmi kampus pada Juni 2026, Universitas Airlangga (UNAIR) menduduki peringkat ke-276 dunia dan posisi ketiga di Indonesia dalam QS World University Rankings 2027.
UNAIR juga diakui dunia atas implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan menempati peringkat kesembilan global dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
Kampus yang mempunyai maskot bernama Garuda Mukti ini juga telah menyediakan Golden Ticket UNAIR dengan menerima 68 kandidat dari 3.855 pendaftar di seluruh Indonesia untuk masuk tanpa tes melalui Universitas Airlangga Official Website.(YRA)
***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?