JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi titik tolak penting bagi arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Momentum ini dianggap krusial dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Umum Garuda Muda Indonesia Raya (GARINDRA), Rifqi Maulana, S.H. Menurutnya, kesuksesan sebuah bangsa di masa depan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari sejauh mana negara mampu menempatkan manusia sebagai pusat dari kebijakan pembangunan (*human-centered development*).
"Kami memandang kepemimpinan Bapak Sudaryono di Badan Gizi Nasional bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan momentum untuk memperkuat investasi terbesar bangsa, yaitu kualitas manusia Indonesia. Negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia harus terlebih dahulu memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang baik, kesehatan yang memadai, dan kesempatan berkembang secara optimal," tegas Rifqi di Jakarta.
Lebih dari Sekadar Program Bantuan Sosial
Lebih lanjut, Rifqi menyoroti Program Makan Bergizi Gratis yang kini menjadi fokus pemerintah. Ia menekankan bahwa program ini harus dipandang sebagai kebijakan pembangunan jangka panjang, bukan sebatas bantuan sosial. Dengan tata kelola yang terukur, program ini diyakini mampu menekan angka *stunting*, mendongkrak prestasi pendidikan, hingga memacu produktivitas ekonomi nasional.
Pengalaman Sudaryono di sektor pertanian dinilai GARINDRA sebagai modal strategis yang kuat. Rifqi berharap, di bawah komando Sudaryono, BGN mampu merajut sinergi ekosistem yang menghubungkan petani lokal, peternak, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM.
"Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Ketika bahan pangan diserap dari petani lokal dan rantai pasok melibatkan UMKM daerah, maka negara bukan hanya sedang memberi makan anak-anak, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi nasional," paparnya.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci
Sebagai organisasi kepemudaan yang fokus pada pengembangan SDM dan ketahanan pangan, GARINDRA mengingatkan bahwa infrastruktur fisik semata tidak cukup untuk membangun Indonesia Emas 2045. Infrastruktur manusia yang sehat dan berkarakter adalah fondasi utamanya.
Rifqi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga akademisi, untuk berkolaborasi mengawal kebijakan ini. Mahasiswa, imbuhnya, memiliki tanggung jawab moral untuk terjun langsung menjadi penggerak edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi komunitas.
"GARINDRA meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat adalah yang mampu membangun kolaborasi dan menghadirkan inovasi. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono, Badan Gizi Nasional dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing," tutup Rifqi Maulana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?