MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan kelasnya sebagai kampus yang tak hanya jago di atas kertas, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat luas. Kali ini, sebuah inovasi gemilang berupa Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu berbasis Hot Dry Steam (HDS) berhasil diciptakan dan telah resmi mengantongi hak paten sejak 5 Desember 2025 lalu.
Kehadiran mesin ini menjadi angin segar sekaligus solusi strategis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) herbal untuk melipatgandakan nilai jual dan kualitas produksi mereka.
Inovasi mutakhir ini lahir dari tangan dingin Karyanik, S.T., M.T., mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM. Tidak sendirian, ia mengembangkan teknologi ini bersama tim ahli yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Aniek Iriany, M.P., Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., serta Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., IPM.
Karyanik mengungkapkan, ide pembuatan alat ini bermula dari keresahannya melihat para pelaku usaha yang masih sangat bergantung pada metode ekstraksi konvensional. Cara-cara lama seperti perebusan dan fermentasi tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga berisiko merusak khasiat alami buah.
"Pengembangan mesin bersistem Hot Dry Steam ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM yang memakai metode tradisional. Padahal, mengkudu itu kaya akan senyawa penting seperti scopoletin, flavonoid, fenolik, dan antioksidan. Mesin ini kami kembangkan agar proses produksi industri herbal dan UMKM jadi jauh lebih inovatif dan efisien," ungkap Karyanik, Senin (13/7/2026).
Riset yang memakan waktu hingga dua tahun sejak 2023 ini menawarkan teknologi sterilisasi modern yang luar biasa. Mesin bekerja dengan memanfaatkan uap kering bersuhu tinggi tanpa bersentuhan langsung dengan air. Hasilnya? Senyawa aktif yang biasanya rusak karena panas kini tetap terjaga utuh. Tidak hanya itu, prosesnya diklaim jauh lebih cepat, higienis, presisi, dan hemat energi.
Lebih lanjut, Karyanik memastikan bahwa efektivitas mesin ciptaannya telah lolos uji teknis dan laboratorium, sehingga sangat layak digunakan untuk menstandarisasi produk-produk herbal di pasaran.
"Mesin teruji mampu bekerja dengan distribusi uap yang stabil. Tekanan dan temperaturnya sangat terjaga sesuai parameter. Bukti sementara memperlihatkan sistem HDS ini sukses menghasilkan ekstrak berkualitas tinggi, terutama dalam mempertahankan senyawa bioaktif bahan baku," paparnya.
Dukungan penuh dari UMM terhadap riset ini diproyeksikan akan membuka peluang pasar yang masif, mulai dari industri pangan, suplemen kesehatan, hingga kosmetik berbahan dasar alami.
Ke depannya, Karyanik menolak jika inovasinya hanya berakhir sebagai pajangan di perpustakaan kampus. Ia bertekad menyempurnakan alat ini demi penguatan ekonomi masyarakat akar rumput.
"Harapan saya, mesin ini tidak berhenti sebagai riset akademik saja, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat industri. Ke depan, kapasitas produksi mesin akan kami perbesar agar bisa diaplikasikan pada ragam tanaman herbal lainnya. Ini adalah wujud nyata hilirisasi riset UMM untuk memajukan industri komoditas lokal di Indonesia," tutupnya optimis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?