Foto: Suasana rapat
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mempercepat transformasi digital melalui penguatan implementasi Layanan EMPATIK sebagai sistem layanan akademik dan non-akademik yang terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam membangun tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Koordinasi Lanjutan Penggunaan Layanan EMPATIK yang digelar di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Megawati FITK, Rabu (15/7/2026). Pertemuan ini mempertemukan para pengelola layanan di lingkungan fakultas guna menyamakan persepsi sekaligus memperkuat implementasi sistem digital dalam mendukung aktivitas akademik maupun administrasi.
Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhammad In'am Esha, M.Ag., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda. Menurutnya, perguruan tinggi dituntut menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.
"Layanan digital harus mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola fakultas," ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, pengembangan Layanan EMPATIK diarahkan untuk menyederhanakan berbagai proses administrasi yang selama ini masih dilakukan secara manual, mulai dari pengajuan layanan mahasiswa hingga penerbitan surat tugas dosen. Sistem tersebut diharapkan mampu memangkas alur birokrasi sekaligus meningkatkan kecepatan dan akurasi pelayanan.
Lebih jauh, Dr. In'am mengungkapkan bahwa EMPATIK akan terus dikembangkan agar terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Integrasi ini diharapkan mampu menghadirkan satu ekosistem layanan digital yang saling terhubung sehingga seluruh proses administrasi akademik dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Sebagai bagian dari penguatan implementasi, kegiatan ini menghadirkan Hari Robiansyah, Full Stack Developer sekaligus pengembang Layanan EMPATIK, bersama Ahmad Mukhlis. Keduanya memberikan pendampingan teknis kepada Tim Pengelola Layanan EMPATIK FITK terkait pengoperasian sistem, optimalisasi fitur, serta strategi pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna (user-centered service).
Selama sesi pendampingan, peserta mendalami berbagai aspek pengelolaan sistem, mulai dari pengaturan hak akses pengguna, alur layanan digital, hingga pengembangan fitur yang mendukung efektivitas administrasi. Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam masukan dari peserta sebagai bahan penyempurnaan sistem agar semakin sesuai dengan kebutuhan operasional fakultas.
Bagi FITK, koordinasi ini bukan sekadar sosialisasi teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan digital. Melalui EMPATIK, berbagai layanan administrasi diharapkan dapat diproses lebih cepat, terdokumentasi secara sistematis, serta memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Transformasi digital yang dijalankan FITK menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan berbasis teknologi. Dengan dukungan sistem yang terus dikembangkan, sumber daya manusia yang kompeten, serta komitmen seluruh unit kerja, fakultas optimis mampu menghadirkan layanan yang semakin inovatif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Implementasi Layanan EMPATIK sekaligus menjadi penanda keseriusan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan non-akademik, tetapi juga memperkuat daya saing fakultas sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tuntutan era transformasi digital.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?