Banner Iklan

DWP UIN Malang Ajak Perempuan Maknai Shalat sebagai Sumber Kekuatan Spiritual dan Ketahanan Keluarga

M. Kholilur Rohman
17 Juli 2026 | 12.33 WIB Last Updated 2026-07-17T05:33:50Z

 Foto: Sesi pemaparan materi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan: Kajian Kitab Tematik DWP UIN Maliki sebagai upaya memperkuat pemahaman keislaman sekaligus ketahanan spiritual perempuan. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Jumat (17/7/2026) ini menghadirkan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., dengan tema "Kewajiban Shalat bagi Wanita (Kajian Kitab Ahkamun Nisa')".

Dalam kajiannya, Prof. Tutik menekankan bahwa shalat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kekuatan spiritual yang menopang perempuan dalam menjalankan berbagai peran, baik sebagai istri, ibu, pendidik, maupun anggota masyarakat.

Menurutnya, dinamika kehidupan modern membuat perempuan kerap memikul beragam tanggung jawab yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Karena itu, shalat menjadi media untuk memperoleh ketenangan batin sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

"Shalat adalah jembatan yang menghubungkan keterbatasan manusia dengan kekuatan Allah. Dari sanalah lahir ketenangan, harapan, dan kekuatan untuk kembali bangkit menghadapi setiap ujian kehidupan," ujar Prof. Tutik.

Mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 45, ia menjelaskan bahwa Allah memerintahkan manusia menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana memohon pertolongan. Sabar menjadi kekuatan internal dalam menghadapi ujian, sedangkan shalat merupakan ikhtiar spiritual yang menghadirkan ketenangan hati dan memperkuat optimisme dalam menjalani kehidupan.

Selain membahas aspek spiritual, Prof. Tutik juga mengulas keteladanan Maryam binti Imran sebagai sosok perempuan yang memiliki ketangguhan iman. Menurutnya, kualitas spiritual seorang perempuan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter keluarga dan generasi penerus.

"Perempuan yang menjaga shalat sejatinya sedang membangun fondasi keluarga sekaligus peradaban. Keteladanan seorang ibu dalam beribadah akan menjadi warisan nilai yang terus hidup pada anak-anaknya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tutik turut memberikan penjelasan mengenai hukum perempuan yang sedang haid. Ia menegaskan bahwa tidak diwajibkannya shalat pada masa haid bukan berarti berkurangnya kedekatan seorang perempuan dengan Allah SWT, melainkan bentuk rukhsah atau keringanan yang diberikan syariat.

Menurutnya, perempuan tetap dapat menjaga kualitas spiritual melalui berbagai bentuk ibadah lain, seperti berzikir, berdoa, mendengarkan bacaan Al-Qur'an, serta memperbanyak amal saleh.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ny. Layyinah Basri, menyampaikan bahwa program Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan kajian keislaman yang berbasis keilmuan sekaligus relevan dengan tantangan kehidupan perempuan saat ini.

"Kajian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman fikih perempuan, tetapi juga mendorong peserta mengimplementasikan nilai-nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber ketenangan, ketangguhan, dan inspirasi bagi keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diikuti antusias oleh peserta. Beragam pertanyaan mengenai praktik ibadah perempuan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan tingginya semangat peserta untuk memperdalam pemahaman agama secara komprehensif.

Melalui program ini, DWP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat terus menghadirkan ruang silaturahmi intelektual dan spiritual yang mempertemukan keilmuan para guru besar dengan kebutuhan nyata perempuan Indonesia. Dengan demikian, diharapkan lahir muslimah yang berilmu, berakhlak, tangguh, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DWP UIN Malang Ajak Perempuan Maknai Shalat sebagai Sumber Kekuatan Spiritual dan Ketahanan Keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now