JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalikejambon,
Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, melalui pengembangan teknologi tepat
guna untuk mengolah potensi lokal desa. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan
keong sawah dan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna, yaitu pelet
pakan ternak alternatif dan briket sebagai sumber energi alternatif.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan
oleh Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T., Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T., dan
Rizqa Ruviana, S.T., M.T., dengan dibantu oleh mahasiswa Bina Desa. Program ini
hadir sebagai respons terhadap persoalan yang sering dijumpai di wilayah
persawahan, yaitu melimpahnya keong sawah yang selama ini lebih banyak dianggap
sebagai hama, serta limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana
memperkenalkan alat pencacah dan pencetak yang dapat digunakan untuk membantu
proses pengolahan bahan lokal. Keong sawah yang sebelumnya sulit dimanfaatkan,
terutama yang berukuran besar, diolah menjadi bahan pelet pakan ternak
alternatif. Sementara itu, limbah pertanian diarahkan untuk mendukung produksi
briket sebagai salah satu bentuk pemanfaatan biomassa di tingkat desa.
Program ini juga sejalan dengan agenda
Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan peningkatan
ketahanan pangan, energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan pendekatan teknologi tepat guna, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada
alat, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan bahan,
mulai dari persiapan, pencacahan, pencampuran, hingga pencetakan produk.
Ketua tim pelaksana, Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat mampu melihat kembali potensi lokal yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. “Keong sawah dan limbah pertanian sebenarnya memiliki peluang untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Melalui teknologi tepat guna, bahan-bahan tersebut dapat diarahkan menjadi pelet pakan dan briket yang lebih bernilai,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga
diisi dengan demonstrasi penggunaan alat dan praktik langsung bersama
masyarakat. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan keong sawah menjadi
pelet pakan ternak, mulai dari pembersihan bahan, perebusan, pengeringan,
pencacahan, pencampuran bahan tambahan, hingga pencetakan pelet. Pada sisi
lain, masyarakat juga dikenalkan pada peluang pengolahan limbah pertanian
menjadi briket sebagai alternatif pemanfaatan energi berbasis biomassa.
Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T.,
menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam praktik langsung menjadi bagian
penting dari kegiatan pengabdian. “Kami tidak hanya membawa alat, tetapi juga
mendorong masyarakat untuk memahami cara kerja dan potensi pengembangannya.
Harapannya, teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sesuai
kebutuhan desa,” jelasnya.
Sementara itu, Rizqa Ruviana, S.T.,
M.T., menambahkan bahwa pengembangan alat ini diarahkan agar mudah digunakan
oleh masyarakat. Teknologi yang diterapkan tidak dibuat terlalu kompleks,
sehingga lebih sesuai untuk skala desa dan dapat menjadi langkah awal dalam
pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka
cara pandang baru masyarakat terhadap keong sawah dan limbah pertanian. Bahan
yang sebelumnya dipandang sebagai hama atau sisa produksi pertanian dapat
diolah menjadi produk yang memiliki manfaat praktis dan potensi ekonomi. Ke
depan, tim pelaksana berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui
pendampingan, penyempurnaan alat, pengujian produk, serta pengembangan model
produksi sederhana yang dapat dijalankan oleh masyarakat desa.
Melalui program ini, UPN “Veteran” Jawa Timur terus
mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat
melalui inovasi, pemberdayaan, dan penerapan teknologi tepat guna yang
mendukung pencapaian SDGs di tingkat desa.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?