Banner Iklan

Dukung SDGs Desa, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Kembangkan Teknologi Pengolah Keong Sawah dan Limbah Pertanian di Jombang

Admin JSN
20 Juli 2026 | 16.29 WIB Last Updated 2026-07-20T10:16:26Z

 

Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemanfaatan keong sawah dan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna, yaitu pelet pakan ternak alternatif dan briket sebagai sumber energi alternatif.

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, melalui pengembangan teknologi tepat guna untuk mengolah potensi lokal desa. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan keong sawah dan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna, yaitu pelet pakan ternak alternatif dan briket sebagai sumber energi alternatif.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T., Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T., dan Rizqa Ruviana, S.T., M.T., dengan dibantu oleh mahasiswa Bina Desa. Program ini hadir sebagai respons terhadap persoalan yang sering dijumpai di wilayah persawahan, yaitu melimpahnya keong sawah yang selama ini lebih banyak dianggap sebagai hama, serta limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana memperkenalkan alat pencacah dan pencetak yang dapat digunakan untuk membantu proses pengolahan bahan lokal. Keong sawah yang sebelumnya sulit dimanfaatkan, terutama yang berukuran besar, diolah menjadi bahan pelet pakan ternak alternatif. Sementara itu, limbah pertanian diarahkan untuk mendukung produksi briket sebagai salah satu bentuk pemanfaatan biomassa di tingkat desa.

Program ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan peningkatan ketahanan pangan, energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan teknologi tepat guna, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada alat, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan bahan, mulai dari persiapan, pencacahan, pencampuran, hingga pencetakan produk.

Proses pembuatan pelet pakan ternak alternatif dan briket sebagai sumber energi alternatif yang bersumber dari pemanfaatan keong sawah dan limbah pertanian.

Ketua tim pelaksana, Dr. Ir. Sintha Soraya Santi, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat mampu melihat kembali potensi lokal yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. “Keong sawah dan limbah pertanian sebenarnya memiliki peluang untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Melalui teknologi tepat guna, bahan-bahan tersebut dapat diarahkan menjadi pelet pakan dan briket yang lebih bernilai,” ujarnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan demonstrasi penggunaan alat dan praktik langsung bersama masyarakat. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan keong sawah menjadi pelet pakan ternak, mulai dari pembersihan bahan, perebusan, pengeringan, pencacahan, pencampuran bahan tambahan, hingga pencetakan pelet. Pada sisi lain, masyarakat juga dikenalkan pada peluang pengolahan limbah pertanian menjadi briket sebagai alternatif pemanfaatan energi berbasis biomassa.

Alifah Nur Aini Fajrin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam praktik langsung menjadi bagian penting dari kegiatan pengabdian. “Kami tidak hanya membawa alat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memahami cara kerja dan potensi pengembangannya. Harapannya, teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan desa,” jelasnya.

Sementara itu, Rizqa Ruviana, S.T., M.T., menambahkan bahwa pengembangan alat ini diarahkan agar mudah digunakan oleh masyarakat. Teknologi yang diterapkan tidak dibuat terlalu kompleks, sehingga lebih sesuai untuk skala desa dan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru masyarakat terhadap keong sawah dan limbah pertanian. Bahan yang sebelumnya dipandang sebagai hama atau sisa produksi pertanian dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat praktis dan potensi ekonomi. Ke depan, tim pelaksana berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui pendampingan, penyempurnaan alat, pengujian produk, serta pengembangan model produksi sederhana yang dapat dijalankan oleh masyarakat desa.

Melalui program ini, UPN “Veteran” Jawa Timur terus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan, dan penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pencapaian SDGs di tingkat desa.

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukung SDGs Desa, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Kembangkan Teknologi Pengolah Keong Sawah dan Limbah Pertanian di Jombang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now