Banner Iklan

Tembus 8,5 Ton Per Hektare, Inovasi Organik UMM Bikin Panen Petani Bondowoso Meroket

Admin JSN
20 Juli 2026 | 17.24 WIB Last Updated 2026-07-20T10:24:13Z
Tim UMM bersama petani Desa Lombok Kulon, Bondowoso, berpose bersama di lahan padi organik metode PS-AAS.

BONDOWOSO | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam memberdayakan masyarakat. Melalui inovasi pertanian organik yang konsisten dirintis sejak tahun 2013, "Kampus Putih" ini sukses menyulap Kabupaten Bondowoso menjadi pusat rujukan riset pertanian tingkat nasional.

Langkah konkret kepeloporan ini kembali diwujudkan melalui agenda penanaman padi dengan metode PS-AAS di hamparan lahan pertanian Desa Lombok Kulon pada Senin (20/7/2026).

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyatakan bahwa inovasi yang dibawa UMM di Bondowoso sukses menjadi magnet yang memantik semangat kampus-kampus lain untuk turun langsung ke masyarakat.

"UMM di Kabupaten Bondowoso memelopori minat dari perguruan tinggi lain untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat. Di antaranya adalah Universitas Negeri Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas Bondowoso untuk bersama-sama membangkitkan gairah berkontribusi langsung bagi kehidupan masyarakat," tegas Prof. Nazaruddin.

Produktivitas Tembus 8,5 Ton per Hektare

Berdasarkan data di lapangan, saat ini terdapat 145 hektare lahan padi organik yang berada di bawah binaan langsung UMM. Jumlah ini terdiri dari 105 hektare lahan yang telah tersertifikasi penuh dan 40 hektare lahan perluasan baru.

Hasil panen dari lahan binaan tersebut mencatatkan angka yang sangat fantastis:

  • Rata-rata panen: 6,5 hingga 7,8 ton per hektare.
  • Panen maksimal: Menembus 8 hingga 8,5 ton per hektare (pada lahan yang menerapkan sistem organik lebih dari empat tahun).

Angka ini melesat jauh meninggalkan rata-rata produktivitas nasional yang hanya berada di angka 5,2 ton per hektare. Hal ini membuktikan bahwa inovasi UMM tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga melipatgandakan kesejahteraan ekonomi petani lokal.

### Sinergi Akademisi, Pemerintah, dan Petani

Keberhasilan hilirisasi riset UMM ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Bupati Bondowoso, **R.K.H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag.**, menyambut positif sinergi ketahanan pangan ini. Ia memaparkan bahwa pendekatan ramah lingkungan telah memicu perluasan lahan organik secara masif.

"Pertanian di Bondowoso terus berkembang. Saat ini, kegiatan pertanian organik telah mencapai 230 hektare yang tersebar di tiga wilayah, yakni Desa Sulek, Desa Lombok Kulon, dan Desa Gadingsari," ungkap Bupati Abdul Hamid.

Apresiasi tinggi juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, **Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si.**, menilai ekosistem inovasi garapan UMM adalah contoh nyata sains yang membumi.

"Di sini, sains berubah wujud menjadi pupuk organik, menjadi teknik tanam yang presisi, dan pada akhirnya menjadi peningkatan panen di lumbung-lumbung petani. Sains tidak lagi berjarak, melainkan sudah membumi dan menjadi solusi," jelasnya.

Dampak nyata ini juga diamini langsung oleh para pelaku pertanian. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Al-Barokah, **Abdul Basit**, mengaku pendampingan pakar UMM mampu mendongkrak hasil panen mereka secara drastis dibandingkan saat masih bergantung pada bahan kimia.

"Kalau pakai produk pupuk organik UMM, asalkan rutin penyemprotannya, itu bisa tujuh sampai delapan ton per hektare. Sebelumnya waktu pakai kimia itu cuman enam ton," pungkas Abdul Basit sumringah.

Kepeloporan tanpa henti dari UMM di Bondowoso menjadi bukti sahih bahwa perguruan tinggi mutlak hadir sebagai *problem solver*. Lewat kolaborasi apik antara akademisi, pemerintah, dan petani, kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan bukan lagi sekadar impian. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tembus 8,5 Ton Per Hektare, Inovasi Organik UMM Bikin Panen Petani Bondowoso Meroket

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now