PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember sukses melaksanakan kegiatan bertajuk "Pemberdayaan Kader Posyandu dan Keluarga Penguatan Gizi dan Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting Berbasis Kemitraan Masyarakat di Wilayah Pesisir Kota Pasuruan" pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat yang memperoleh pendanaan Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan dilaksanakan di wilayah pesisir Kota Pasuruan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader posyandu dan keluarga yang memiliki balita melalui edukasi, pelatihan, serta pendampingan mengenai pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat.
Tim pengabdian diketuai oleh Ayu Dewi Nastiti, S.Kep., Ns.,M.Kep. dari Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan dengan anggota Evy Aristawati, S.Kep., Ns.,M.Kep. dari Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan dan Puteri Indah Dwipayanti, S.Kep., Ns.,M.Kep. dari STIKES Dian Husada. Dalam pelaksanaan kegiatan, tim juga melibatkan mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan, penyampaian tujuan program, serta edukasi mengenai stunting sebagai salah satu permasalahan kesehatan yang masih menjadi prioritas nasional. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penerapan gizi seimbang, pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, serta pemanfaatan potensi pangan lokal wilayah pesisir sebagai sumber protein hewani yang bergizi dan mudah diakses masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara tim pengabdian, kader posyandu, dan keluarga balita. Berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, seperti pola pemberian makan anak, keterbatasan pengetahuan mengenai gizi, hingga pemanfaatan hasil laut sebagai bahan pangan bergizi, menjadi topik yang dibahas bersama untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan komunikasi edukatif, simulasi penyuluhan kesehatan, serta pendampingan penggunaan media edukasi berupa modul, poster, lembar balik, dan panduan praktis yang telah disusun oleh tim pengabdian. Kader diberikan kesempatan untuk mempraktikkan penyampaian materi kepada masyarakat sehingga memiliki keterampilan dalam memberikan edukasi secara efektif dan mudah dipahami.
Selain itu, keluarga balita memperoleh pendampingan mengenai praktik pemberian makan sesuai usia anak, penyusunan menu bergizi berbasis pangan lokal, serta penerapan pola asuh yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Ayu Dewi Nastiti, menyampaikan bahwa stunting merupakan permasalahan multidimensi yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
"Melalui kegiatan ini kami berharap kader posyandu semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sementara keluarga mampu menerapkan pola makan bergizi dan pola asuh yang tepat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan anak di wilayah pesisir Kota Pasuruan," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Kader posyandu aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, berdiskusi, serta melakukan simulasi penyuluhan. Sementara itu, keluarga balita memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya variasi makanan bergizi, pemanfaatan pangan lokal, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Universitas Jember terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Kota Pasuruan.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun Anggaran 2026 pada skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat – Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi menghasilkan program pengabdian yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?