Banner Iklan

Dosen Departemen Psikologi UM Edukasi Masyarakat Desa Pandanajeng Kabupaten Malang tentang Parenting Partisipatif untuk Perkuat Resiliensi Keluarga dan Benteng Pencegahan NAPZA

JSN Admin 2
03 Juli 2026 | 13.06 WIB Last Updated 2026-07-03T06:06:21Z
Dosen Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Hanggara Budi Utomo, S.Psi., M.Psi., edukasi masyarakat Desa Pandanajeng, Tumpang, Kabupaten Malang tentang parenting partisipatif./dok.UM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Negeri Malang (UM) melalui program UM-BBM Tematik 2026 dibawah naungan Departemen Hukum dan Kewarganegaraan FIS UM menyelenggarakan kegiatan Rumah Demokrasi di Balai Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Mengangkat tema Membangun Ketahanan Keluarga melalui Parenting Partisipatif sebagai Upaya Pencegahan NAPZA dan Penguatan Keharmonisan Rumah Tangga, kegiatan ini menghadirkan Dr. Hanggara Budi Utomo, S.Psi., M.Psi., dosen Departemen Psikologi UM sekaligus alumni Program Doktor Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, sebagai narasumber utama.

Program ini memperkuat komitmen UM Green Campus dalam membangun keberlanjutan melalui inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun resiliensi keluarga melalui parenting partisipatif, memperkuat komunikasi orang tua dan anak, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta menciptakan keluarga yang harmonis, resilien, dan adaptif terhadap berbagai tantangan sosial.

Dalam penyampaiannya, Dr. Hanggara memperkenalkan pendekatan D-P-R (Mendengar dengan Empati, Memahami dengan Hati, dan Merespon dengan Kasih) sebagai prinsip utama dalam membangun komunikasi keluarga yang sehat. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya memberikan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk didengarkan tanpa dihakimi, memahami akar persoalan secara utuh, kemudian memberikan respons yang mengedepankan kasih sayang, penghargaan, dan penyelesaian masalah secara konstruktif.

Nilai-nilai tersebut selaras dengan komitmen UM Green Campus dalam membangun keberlanjutan tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan kesehatan mental, kesejahteraan sosial, dan kualitas kehidupan masyarakat melalui inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan keluarga yang dihadapi masyarakat. Salah seorang peserta, Bu Masruroh, mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi trauma akibat perselingkuhan pasangan hidup serta menghadapi fitnah yang muncul setelah konflik rumah tangga.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Hanggara menjelaskan bahwa proses pemulihan psikologis memerlukan waktu, penerimaan terhadap emosi yang dirasakan, serta dukungan sosial yang positif. Ia mengingatkan pentingnya tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat, menghindari membalas fitnah dengan tindakan serupa, serta memanfaatkan layanan konseling atau pendampingan psikolog apabila konflik telah memengaruhi kesehatan mental maupun fungsi keluarga.

Pada sesi yang sama, Bu Laila menyampaikan pertanyaan mengenai cara menjelaskan kepada anak usia dini bahwa kedua orang tuanya telah berpisah. Menurut Dr. Hanggara, anak berhak memperoleh penjelasan yang jujur dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Penjelasan tersebut perlu disampaikan tanpa menyalahkan salah satu orang tua agar anak tidak mengalami konflik batin maupun merasa menjadi penyebab perpisahan. Ia juga menegaskan bahwa meskipun orang tua tidak lagi hidup bersama, kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak harus tetap dipenuhi secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pandanajeng memperoleh pengetahuan praktis mengenai pola pengasuhan partisipatif, komunikasi keluarga yang sehat, disiplin positif, serta strategi pencegahan penyalahgunaan NAPZA berbasis keluarga.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat tentang kesehatan mental keluarga, memperkuat resiliensi keluarga, serta membangun lingkungan sosial yang lebih aman, harmonis, dan inklusif.

Pelaksanaan Rumah Demokrasi juga menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kontribusi UM dalam mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesehatan mental keluarga, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi parenting berbasis ilmu psikologi, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) tercermin melalui sinergi dan kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang, Program Rumah Demokrasi UM-BBM Tematik, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, serta Pemerintah dan masyarakat Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Kepala Desa Pandanajeng menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Malang atas terselenggaranya kegiatan Rumah Demokrasi melalui Program UM-BBM Tematik 2026.

"Kami berharap kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang dapat terus berlanjut melalui berbagai program KKN dan pengabdian kepada masyarakat yang terencana dan berkesinambungan. Pendampingan seperti ini tidak hanya memperkuat resiliensi keluarga, tetapi juga diharapkan mampu mendorong berkembangnya UMKM Desa Pandanajeng sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan," ungkap Kepala Desa Pandanajeng.

Ke depan, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan agar perubahan perilaku keluarga dapat berlangsung konsisten. Dosen Departemen Psikologi Universitas Negeri Malang merekomendasikan pengembangan kelas parenting berkala, pembentukan komunitas keluarga tangguh di tingkat desa, serta kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal.

Langkah ini diharapkan memperkuat peran UM sebagai perguruan tinggi yang inovatif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan melalui implementasi UM Green Campus yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Malang, 2 Juli 2026

Penulis: Dr. Hanggara Budi Utomo, M.Psi., Dosen Departemen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, dan Alumni S3 Doktor Psikologi Universitas Airlangga Surabaya

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen Departemen Psikologi UM Edukasi Masyarakat Desa Pandanajeng Kabupaten Malang tentang Parenting Partisipatif untuk Perkuat Resiliensi Keluarga dan Benteng Pencegahan NAPZA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now