MALANG | JATIMSATUNEWS .COM: Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang manajemen mutu lembaga pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung SBY Pascasarjana UIN Malang, Dr. Ahmad Junaidi Musthofa berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Manajemen Pengembangan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multikasus di MA Unggulan Darul Ulum STEP-2 Jombang dan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang)."
Disertasi ini tidak hanya menggambarkan praktik pengembangan mutu pada dua lembaga pendidikan Islam unggulan, tetapi juga melahirkan Religious-Global Management Model (RGM-Model) sebagai model manajemen pengembangan mutu yang mengintegrasikan nilai-nilai pesantren, sistem manajemen mutu modern, penguatan sumber daya manusia, budaya akademik, dan orientasi global untuk mewujudkan mutu pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Menjawab Research Gap Manajemen Pengembangan Mutu Pendidikan Islam
Di tengah meningkatnya tuntutan mutu pendidikan, banyak lembaga pendidikan Islam masih memaknai mutu sebagai pencapaian akreditasi, pemenuhan standar, atau keberhasilan administratif. Padahal, mutu yang sesungguhnya tidak cukup diukur dari dokumen, melainkan dari kemampuan lembaga mempertahankan kualitasnya secara berkelanjutan.
Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak membahas manajemen mutu dari perspektif Total Quality Management (TQM), ISO, Standar Nasional Pendidikan, atau budaya mutu secara parsial. Sangat sedikit penelitian yang mengintegrasikan budaya pesantren, manajemen mutu modern, pengembangan sumber daya manusia, dan orientasi global dalam satu model konseptual yang utuh bagi lembaga pendidikan Islam. Kesenjangan akademik inilah yang menjadi dasar penelitian Ahmad Junaidi Musthofa.
Sintesis Tiga Temuan Melahirkan RGM-Model
Melalui penelitian multikasus di MA Unggulan Darul Ulum STEP-2 dan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang, peneliti melakukan sintesis terhadap tiga fokus penelitian sehingga melahirkan Religious-Global Management Model (RGM-Model).
Temuan Pertama: Integrated Religious-Global Quality
Temuan pertama menghasilkan konsep Integrated Religious-Global Quality, yaitu konsep pengembangan mutu yang mengintegrasikan religiusitas pesantren, budaya akademik, mutu pembelajaran, dan orientasi global.
MA Unggulan Darul Ulum STEP-2 mengembangkan mutu melalui integrasi kurikulum pesantren dan kurikulum nasional, pembiasaan religius, budaya diskusi akademik, serta pembelajaran integratif. Sementara SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT mengembangkan mutu melalui penerapan ISO 9001:2015, integrasi kurikulum nasional dengan Cambridge International Curriculum, serta budaya disiplin modern berbasis pesantren.
Temuan Kedua: Adaptive Quality Management
Temuan kedua menghasilkan konsep Adaptive Quality Management, yaitu model implementasi pengembangan mutu melalui siklus perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengendalian mutu secara berkelanjutan.
Pada MA STEP-2, pengembangan mutu dilaksanakan melalui sistem boarding school, penguatan budaya religius, peningkatan profesionalisme guru, pembelajaran integratif, dan evaluasi adaptif. Sebaliknya, SMA BPPT menekankan implementasi manajemen mutu berbasis ISO, audit internal, siklus PDCA, pengembangan kompetensi guru, dan integrasi teknologi pembelajaran.
Temuan Ketiga: Religious Academic Excellence
Temuan ketiga menghasilkan konsep Religious Academic Excellence, yaitu hasil pengembangan mutu yang ditandai oleh terbentuknya budaya mutu, meningkatnya religiusitas, profesionalisme guru, prestasi akademik, kepercayaan masyarakat, dan daya saing lulusan.
MA STEP-2 lebih menonjol dalam pembentukan karakter religius dan literasi keislaman, sedangkan SMA BPPT unggul dalam prestasi akademik, kompetensi global, dan budaya mutu berbasis standar internasional.
RGM-Model: Model Baru Manajemen Pengembangan Mutu Pendidikan Islam
Ketiga temuan tersebut kemudian disintesiskan menjadi Religious-Global Management Model (RGM-Model), yaitu model manajemen pengembangan mutu lembaga pendidikan Islam yang dibangun melalui lima pilar utama:
1. Religious Values, sebagai fondasi budaya mutu berbasis pesantren.
2. Modern Quality Management, melalui sistem penjaminan mutu yang profesional.
3. Human Resource Development, melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan SDM.
4. Academic Quality Culture, melalui pembelajaran unggul dan budaya ilmiah.
5. Global Orientation, melalui inovasi, jejaring, dan daya saing internasional.
Kelima komponen tersebut bergerak dalam siklus continuous improvement sehingga menghasilkan sustainable quality, yaitu mutu yang mampu dipertahankan dan terus dikembangkan sesuai perubahan zaman.
Perspektif Islam dan Filosofi Manajemen Pendidikan Islam
Dalam perspektif Islam, mutu bukan sekadar memenuhi standar, tetapi merupakan implementasi nilai iḥsān, itqān, amānah, syūrā, muḥāsabah, iṣlāḥ, dan istiqāmah. Setiap proses pengembangan mutu dipandang sebagai bentuk ibadah yang bertujuan menghadirkan maṣlaḥah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa mutu lembaga pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada goal achievement atau kepuasan pelanggan semata, tetapi harus berkembang menjadi sustainable quality, yaitu mutu yang menjaga keseimbangan antara pencapaian visi lembaga, kesejahteraan stakeholder internal, kepuasan stakeholder eksternal, budaya mutu, dan keberlanjutan organisasi. Paradigma ini memperluas konsep mutu dari sekadar fitness for purpose menuju quality for sustainability.
Saya sarankan bagian Kontribusi terhadap Body of Knowledge dan apresiasi Kaprodi jangan dipisah. Jadikan satu alur sehingga lebih mengalir seperti artikel Web Pascasarjana.
Kontribusi terhadap Manajemen Pendidikan Islam
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada bidang Manajemen Pengembangan Mutu Lembaga Pendidikan Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada lahirnya Religious-Global Management (RGM) Model, yaitu model manajemen pengembangan mutu yang mengintegrasikan budaya pesantren, manajemen mutu modern, pengembangan sumber daya manusia, budaya akademik, dan orientasi global dalam satu kerangka konseptual yang adaptif dan berkelanjutan. Model ini diharapkan menjadi referensi bagi madrasah, sekolah Islam, pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, maupun Kementerian Agama dalam merancang kebijakan pengembangan mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar dan akreditasi, tetapi juga membangun budaya mutu yang hidup, memperkuat kesejahteraan warga lembaga, serta mewujudkan sustainable quality.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., mengapresiasi keberhasilan Dr. Ahmad Junaidi Musthofa yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam. Menurut beliau, disertasi ini menunjukkan pergeseran paradigma mutu, dari orientasi yang selama ini lebih menekankan pencapaian standar, akreditasi, dan target kelembagaan menuju paradigma mutu berkelanjutan (sustainable quality) yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education). Paradigma tersebut menempatkan keberlanjutan organisasi, penguatan sumber daya manusia, budaya mutu, serta kemaslahatan seluruh pemangku kepentingan sebagai indikator utama keberhasilan lembaga pendidikan Islam. Beliau berharap RGM-Model dapat menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan teori dan praktik Manajemen Pendidikan Islam, sekaligus semakin memperkuat posisi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat lahirnya model-model inovatif yang menjawab tantangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?