Foto: Dokumentasi bersama dewan penguji
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang komunikasi kelembagaan pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Lantai IV Gedung SBY Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu (01) kemarin, Dr. M. Dwi Cahyono Guru MIN I Kota Malang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Strategi Komunikasi Kehumasan dalam Membangun Reputasi Madrasah di Era Digital (Studi Multisitus di MIN 1 dan MIN 2 Kota Malang)."
Menjawab Tantangan Era Post-Truth dan Transformasi Digital Madrasah
Perkembangan teknologi informasi dan media digital telah mengubah secara fundamental paradigma komunikasi lembaga pendidikan. Di era post-truth, opini publik tidak lagi sepenuhnya dibangun atas dasar fakta, tetapi sering dipengaruhi oleh persepsi, emosi, viralitas informasi, serta narasi yang berkembang di media sosial. Dalam situasi ini, reputasi lembaga pendidikan dapat terbentuk atau bahkan berubah hanya melalui satu informasi yang tersebar secara cepat di ruang digital.
Di sisi lain, masyarakat masih menempatkan word of mouth (komunikasi dari mulut ke mulut) sebagai salah satu sumber informasi yang paling dipercaya ketika menentukan pilihan sekolah atau madrasah. Kini, pola tersebut berkembang juga melalui electronic word of mouth (e-WOM), seperti media sosial, website, platform digital, dan berbagai komunitas daring yang mampu memperluas jangkauan informasi secara eksponensial.
Kondisi tersebut menuntut madrasah tidak hanya mengelola keunggulan dalam mutu akademik dan non akademik pendidikan, tetapi juga mampu mengelola komunikasi kelembagaan secara profesional, strategis, adaptif, dan berkelanjutan. Kehumasan tidak lagi diposisikan sebagai unit publikasi kegiatan semata, melainkan sebagai fungsi manajemen strategis yang bertugas membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi institusi, mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan, serta mengantisipasi dinamika komunikasi di era digital. Sementara itu masih banyak madrasah yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik yang tinggi, tetapi belum mampu mengomunikasikan keunggulan tersebut secara sistematis. Aktivitas kehumasan masih bersifat insidental, bergantung pada individu tertentu, belum didukung tata kelola komunikasi digital yang terintegrasi, dan belum memiliki strategi komunikasi yang mampu mengubah prestasi menjadi reputasi lembaga yang kuat.
Melalui penelitian multisitus di MIN 1 Kota Malang dan MIN 2 Kota Malang, disertasi ini menemukan bangunan konseptual strategi komunikasi kehumasan yang adaptif terhadap era digital sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam.
Lahirnya IVID-MODEL sebagai Kontribusi Manajemen Pendidikan Islam
Kontribusi utama penelitian ini adalah lahirnya Islamic Values-Based Integrated Digital Reputation Management Model (IVID-MODEL), yaitu model Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Islam yang menjelaskan bahwa reputasi madrasah dibangun melalui pengelolaan komunikasi yang terencana, terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. Model ini merupakan hasil sintesis tiga fokus penelitian yang dikonstruksi dalam kerangka Input–Process–Output–Outcome (IPOO) dan dioperasionalkan melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) sebagai mekanisme continuous improvement.
Pada dimensi Input, penelitian menghasilkan SMART-PRO (Systemic Management Architecture of Islamic Public Relations) sebagai fondasi ekosistem komunikasi madrasah. SMART-PRO menegaskan bahwa reputasi lembaga dibangun melalui kepemimpinan strategis kepala madrasah, budaya organisasi, penguatan sumber daya manusia kehumasan, tata kelola komunikasi, infrastruktur digital, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta internalisasi etika komunikasi Islam (qaulan). Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif hanya dapat tumbuh di atas sistem organisasi yang kuat.
Pada dimensi Process, penelitian melahirkan SIMMA (Strategic and Islamic-Based Media Management Actions) sebagai model implementasi manajemen strategi komunikasi. Proses ini meliputi analisis lingkungan komunikasi, penentuan positioning, diferensiasi platform digital, storytelling prestasi, media amplification, public engagement, hingga adaptive crisis communication. Melalui SIMMA, media digital tidak lagi diposisikan sebagai sarana publikasi semata, tetapi sebagai instrumen strategis untuk membangun hubungan jangka panjang, partisipasi, dan kepercayaan masyarakat.
Pada dimensi Output–Outcome, penelitian menghasilkan AURA (Accountable Ummah-based Reputation Architecture) yang menjelaskan bahwa implementasi strategi komunikasi yang sistematis berdampak pada meningkatnya legitimasi kelembagaan, transparansi organisasi, kepercayaan publik (public trust), citra positif, reputasi madrasah, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dengan demikian, reputasi dipahami sebagai hasil dari proses manajemen strategi komunikasi yang terukur dan berkelanjutan, bukan sebagai pencitraan yang terbentuk secara spontan.
Melalui sintesis SMART-PRO, SIMMA, dan AURA, lahirlah IVID-MODEL sebagai model yang memperluas Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada bidang Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam. Kebaruan model ini terletak pada integrasi ekosistem komunikasi (Input), proses manajemen strategi komunikasi (Process), serta reputasi dan kepercayaan publik (Output–Outcome) dalam satu sistem manajemen yang dijalankan melalui siklus PDCA, sehingga komunikasi kelembagaan menjadi instrumen strategis untuk membangun reputasi, daya saing, dan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam di era digital.
Secara akademik, penelitian ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada bidang manajemen komunikasi kelembagaan, digital public relations, serta manajemen reputasi lembaga pendidikan Islam.
Model IVID-MODEL memberikan perspektif baru bahwa komunikasi kehumasan bukan lagi fungsi administratif yang bertugas menyampaikan informasi, tetapi merupakan bagian integral dari manajemen strategis yang berperan membangun kepercayaan publik, meningkatkan daya saing madrasah, serta memperkuat keberlanjutan mutu pendidikan.
Perspektif Islam dan Filosofi Manajemen Pendidikan Islam
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar." (QS. Al-Ahzab: 70).
Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa reputasi madrasah tidak dibangun melalui pencitraan (image building) semata, tetapi melalui kesatuan antara nilai-nilai Islam (values), tata kelola kelembagaan (good governance), implementasi strategi komunikasi (strategic communication), dan tumbuhnya kepercayaan publik (public trust). Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, komunikasi kehumasan merupakan instrumen strategis untuk membangun institutional trust yang berlandaskan integritas, pelayanan berkualitas, transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan umat.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. M. Dwi Cahyono dalam menghasilkan inovasi konseptual yang memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam. Menurut beliau, Islamic Values-Based Integrated Digital Reputation Management Model (IVID-MODEL) merupakan kontribusi ilmiah yang menjawab tantangan transformasi digital pendidikan Islam dengan menempatkan komunikasi sebagai bagian integral dari manajemen strategi lembaga pendidikan Islam, bukan sekadar fungsi administratif kehumasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?