Banner Iklan

Bukan Kasih Tips Untung, Mentan Amran Justru Minta Mahasiswa UMM 'Babak Belur' Dulu di Dunia Bisnis

Admin JSN
17 Juli 2026 | 16.56 WIB Last Updated 2026-07-17T09:56:52Z

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berfoto bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan panitia pada acara Pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., melontarkan pernyataan mengejutkan di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026). Alih-alih memberikan tips cepat kaya, Mentan Amran justru menegaskan bahwa kerugian adalah guru paling sempurna bagi seorang calon pengusaha sukses.

Pernyataan out of the box ini disampaikan dalam acara Pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digagas oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Aula GKB 4 UMM.

Kehebohan terjadi saat sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa sekaligus pengusaha mebel asal Jepara curhat mengenai ketatnya persaingan harga di pasaran. Bukannya diberi trik teknis meraup cuan instan, Mentan Amran secara mengejutkan justru mendoakan bisnis mahasiswa tersebut agar mengalami kerugian lebih dulu. Tujuannya? Demi membentuk mental petarung sejati.

Menurut Amran, realitas kejam di dunia bisnis sangat jauh berbeda dengan hitungan matematika di bangku kuliah yang selalu berujung pada keuntungan.

"Tidak diajari di kampus seluruh dunia untung. Satu tambah satu dua, dua tambah dua empat. Semua untung, indah. Tidak seindah dengan kenyataan. Jadi harus diajari rugi. Yang mengajari rugi adalah lapangan," tegas Mentan Amran blak-blakan.

Ia lantas mengibaratkan pembentukan mental pebisnis seperti pasukan khusus militer. Menurutnya, pasukan elite harus membuang ribuan peluru setiap hari demi mendapatkan insting menembak yang presisi. Begitu pula pebisnis muda, harus terbiasa "babak belur" di fase awal membangun usahanya.

"Kalau Anda terbiasa terlatih rugi 5 tahun, 10 tahun, itu pada titik tak menentu, begitu untung, itu Anda untung sampai anak cucumu. Dan guru terbaikmu adalah rugi," tandas pria asal Sulawesi Selatan tersebut.

Dapat Dukungan Penuh Rektor UMM

Gaya blak-blakan Mentan rupanya disambut positif oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia menilai paparan tersebut adalah fondasi penting untuk menetaskan pejuang wirausaha tangguh dari rahim kampus.

Menurut Prof. Nazaruddin, mental tahan banting dan etos kerja keras mutlak dibutuhkan, terutama untuk melahirkan kader tangguh di sektor ketahanan pangan dan energi masa depan.

"Ini nanti akan menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus menanamkan tekad kuat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru bagi bangsa melalui program-program inkubasi," ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua MCEBI Dr. Endang Rudiatin, M.Si. menambahkan bahwa ratusan peserta bootcamp ini dikader bukan sekadar untuk mesin pencari untung.

"Mereka dicetak menjadi pengusaha yang beretika, berlandaskan nilai agama, serta mampu menjaga keberlangsungan alam," beber Dr. Endang.

Pesan utama dari perhelatan di UMM ini sangat tajam: Mahasiswa tidak boleh lagi terjebak pada mentalitas serba instan atau cuma sekadar pintar teori (book smart). Pebisnis muda masa kini harus berani membuang gengsi, siap merangkak dari bawah, dan menjadikan "kerugian" sebagai batu loncatan membangun kerajaan bisnis yang kokoh lintas generasi.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Kasih Tips Untung, Mentan Amran Justru Minta Mahasiswa UMM 'Babak Belur' Dulu di Dunia Bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now