Banner Iklan

Borong 8 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Khofifah Bawa Jatim Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Admin JSN
08 Juli 2026 | 12.20 WIB Last Updated 2026-07-08T05:20:31Z

 

Provinsi Jawa Timur memborong delapan penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Provinsi Jawa Timur kembali membuktikan dominasinya di kancah nasional dengan memborong delapan penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 di Auditorium MBM Jakarta, Senin (6/7/2026) malam.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Disperindag Jatim, Iwan, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Prestasi ini semakin mengukuhkan Jatim sebagai episentrum ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Jatim berhasil menyabet tiga gelar Juara I sekaligus, yakni pada kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Sisanya, Jatim meraih Juara II (Keuangan Mikro Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren), Juara III (Pariwisata Ramah Muslim dan Inkubasi Bisnis Usaha Syariah), serta Juara IV (Wakaf).

Menanggapi capaian impresif tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah wujud nyata keberhasilan kolaborasi seluruh elemen di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, delapan penghargaan ini menjadi bukti kesiapan Jatim sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Ini adalah hasil kerja bersama pemerintah, pesantren, pelaku usaha, hingga akademisi," tegas Khofifah di Surabaya, Selasa (7/7/2026).

Khofifah memaparkan, ekosistem halal di Jatim dibangun secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Hasilnya terbukti secara angka. Hingga Juni 2026, Jatim sukses memfasilitasi 658.010 pelaku usaha dengan lebih dari 1,6 juta produk bersertifikat halal. Produk halal Jatim pun kian kompetitif di pasar global dengan nilai ekspor menembus USD 3,222 miliar.

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial ini menyoroti peran vital pondok pesantren sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Dari 7.334 pesantren berizin di Jatim, sebanyak 1.420 di antaranya telah memiliki program kewirausahaan yang aktif menggerakkan ekonomi umat.

"Pesantren di Jawa Timur tidak hanya mencetak generasi berakhlak mulia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi melalui wirausaha, sertifikasi halal, dan digitalisasi. Kuncinya ada pada kolaborasi," jelasnya.

Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus tancap gas mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM, memperluas kawasan kuliner halal, dan mempermudah akses pembiayaan syariah.

"Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus memperkuat ekonomi syariah Jatim agar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," pungkas Khofifah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Borong 8 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Khofifah Bawa Jatim Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now