Banner Iklan

Anak Petani Siap Mengabdi untuk Trenggalek: Ahsan Prawira Mukti Nakhodai GMPK DPC Kabupaten Trenggalek

JSN Admin 2
11 Juli 2026 | 21.22 WIB Last Updated 2026-07-11T14:22:36Z
Ahsan Prawira Mukti, anak petani yang siap mengabdi untuk Trenggalek dengan menakhodai GMPK DPC Kabupaten Trenggalek./dok.istimewa

TRENGGALEK | JATIMSATUNEWS.COM - Lahir dan tumbuh dari keluarga petani di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menjadi fondasi yang membentuk cara pandang Ahsan Prawira Mukti dalam memaknai pengabdian.

Bagi Ahsan, menjadi anak desa bukanlah keterbatasan, melainkan alasan untuk terus berjuang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Kehidupan yang dekat dengan sawah, kerja keras orang tua, serta dinamika masyarakat pedesaan telah menumbuhkan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk mengambil peran.

Komitmen tersebut mengantarkan Ahsan Prawira Mukti memperoleh amanah sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Trenggalek.

Amanah ini dipandang bukan sebagai sebuah pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab moral untuk menggerakkan generasi muda agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus penghubung aspirasi masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa aktif Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahsan meyakini bahwa mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademis.

Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial sebagai agent of change, penjaga nilai-nilai kebangsaan, serta penggerak pembangunan menuju masyarakat yang adil makmur yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Keyakinan tersebut sejalan dengan pesan Tan Malaka yang hingga kini tetap relevan bagi gerakan mahasiswa:

"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali."

Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus kembali kepada masyarakat. Mahasiswa tidak boleh menjauh dari persoalan rakyat, melainkan hadir di tengah-tengah mereka sebagai bagian dari solusi.

Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta ekonomi kreatif, Kabupaten Trenggalek menyimpan peluang yang luar biasa. Namun di sisi lain, tantangan pembangunan masih memerlukan perhatian bersama.

Penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, perluasan kesempatan kerja bagi generasi muda. Percepatan transformasi digital desa, pengembangan UMKM, hingga peningkatan daya saing sektor pariwisata menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Bagi Ahsan, organisasi kepemudaan harus mampu menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi. GMPK Trenggalek diharapkan hadir sebagai organisasi yang tidak hanya menyampaikan kritik secara konstruktif, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat desa untuk mempercepat pembangunan daerah.

Semangat tersebut juga sejalan dengan berbagai program strategis pemerintah Indonesia yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas.

Peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan koperasi dan UMKM, digitalisasi pelayanan publik, hilirisasi komoditas unggulan, serta pengembangan ekonomi desa merupakan agenda nasional yang memerlukan partisipasi aktif generasi muda agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.

Kabupaten Trenggalek memiliki potensi untuk menjadi daerah yang semakin maju apabila kekuatan lokal mampu dioptimalkan.

Generasi muda dapat mengambil peran melalui inovasi di bidang pertanian modern, pengembangan teknologi tepat guna, penguatan literasi digital, pemberdayaan pelaku UMKM, serta promosi pariwisata berbasis budaya dan alam yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kesejahteraan yang nyata.

Ahsan meyakini bahwa kepemimpinan bukanlah tentang jabatan, melainkan tentang kebermanfaatan. Sebab keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa tinggi posisi yang dicapai, tetapi dari seberapa besar dampak yang mampu dirasakan masyarakat.

Melalui GMPK DPC Kabupaten Trenggalek, ia berharap dapat membangun gerakan kepemudaan yang transformatif, kritis, dan mandiri.

Gerakan yang mampu melahirkan generasi muda berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

"Anak desa juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk membawa perubahan," ujar Ahsan dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7).

"Saya percaya, ketika pemuda mau kembali kepada masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, dan bekerja bersama mereka, maka Trenggalek akan mampu tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera," imbuhnya.

Ahsan menegaskan, pengabdian bukan tentang dari mana kita berasal, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan bagi sesama. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Anak Petani Siap Mengabdi untuk Trenggalek: Ahsan Prawira Mukti Nakhodai GMPK DPC Kabupaten Trenggalek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now