NGAWI.JATIMSATUNEWS.COM: Haul ke-8 KH. Maksum Abdurrahman serta Masyayikh kecamatan Widodaren, digelar bersama Majelis Dzikir dan Maulidurrasul Al Khidmah di halaman masjid Baitun Na'im Kedunggudel, kec. Widodaren kab. Ngawi, yang dihadiri oleh ribuan jamaah.(11/07/2026)
Jamaah Al Khidmah Ngawi Barat beserta panitia, dan warga sekitar makam Simbah Yai Maksum Abdurrahman Kedunggudel setiap tahun mengadakan haul untuk ulama karismatik Mbah Yai Maksum, yang dikenal dengan kesederhanaan semasa hidupnya.
"Alhamdulillah acara haul niki saget ningkataken ukhuwah. Saya mewakili shohibul bait, dzuriyah Mbah Maksum Abdurrahman, mengucapkan terimakasih dumateng pengurus Al Khidmah, panitia, masyarakat Kedunggudel, ugi semuanya yang membantu acara, sehingga lancar tidak ada halangan," tutur Mochtar Habibi, S.Pd.I. dalam sambutannya.
Tak hanya itu, perwakilan shohibul bait menyebutkan bahwa ilmu adalah warisan dari para nabi, yang mendapatkan keberuntungan dan keberkahan. Selain menyampaikan keteladanan hidup Simbah Kyai Maksum yang teguh dalah mencari ilmu, senang berada di majelis ilmu, ikhlas, teguh pendirian dan mengamalkannya tanpa goyah.
Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Edy Yusuf, S.Pd. dari Surabaya, menerangkan terkait bakti kepada leluhur yang telah mendahului, dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Husein Malik Assa'idi. Sehingga majelis adalah bagian dari birrul walidain, terlebih dikemas dengan majelis dzikir, yang merupakan taman-taman surga.
Selanjutnya manfaat hadir di majelis dzikir adalah balasannya yang pertama akan dikelilingi oleh malaikat, yang kedua akan diliputi rahmat Allah— di mana hamba yang diberikan rahmat Allah maka sangat istimewa— apa yang dia minta akan dikabulkan oleh Allah, dosa diampuni, serta masalah akan diberi jalan oleh Allah SWT, yang ketiga dapat assakinah, hati jadi tenang, dan yang keempat dibanggakan oleh Allah di hadapan makhluk yang ada di langit.
![]() |
| Potret jamaah di haul ke-8 Simbah KH. Maksum Abdurrahman Kedunggudel Ngawi Jawa Timur./dok.Qony |
Acara dihadiri oleh pemerintah Kabupaten Ngawi, pemerintah desa Kedunggudel, Ponpes Syarifatul Ulum Katerban, Ponpes Al Futuhiyah Bedingin Ngrambe, Banom dan Lembaga NU Widodaren Ngawi, warga sekitar, serta tamu undangan. Dengan pengamanan dari Banser Widodaren, PN, Karang Taruna, dan Kepolisian setempat.(Qony)
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?