Banner Iklan

UMM Dukung Pembangunan Pabrik Infus Muhammadiyah, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan

Admin JSN
11 Juni 2026 | 18.19 WIB Last Updated 2026-06-11T11:19:04Z
Dokumentasi Menjelang Peletakan Batu Pertama


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor kesehatan nasional melalui pembangunan pabrik infus milik PT Suryavena Farma Indonesia. Proyek yang berlokasi di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang ini resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Kamis (11/6).

Sebagai bentuk dukungan nyata, UMM menyediakan sebagian lahannya untuk pengembangan kawasan industri tersebut. Dari total 14 hektare aset yang dimiliki kampus di kawasan Ngijo, sekitar tiga hektare diperuntukkan sebagai area industri terpadu yang akan menjadi lokasi berdirinya pabrik infus. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk jaringan rumah sakit Muhammadiyah maupun masyarakat Indonesia secara luas.

Acara groundbreaking dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, jajaran pimpinan PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menegaskan bahwa pendirian pabrik infus tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah membangun kemandirian bangsa melalui sektor kesehatan dan ekonomi. Menurutnya, aktivitas bisnis yang dikembangkan persyarikatan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Ia menilai, kehadiran industri kesehatan yang dikelola secara profesional dapat menjadi bukti bahwa organisasi keagamaan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, langkah ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial yang selama ini diusung Muhammadiyah.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMM Ahmad Juanda menjelaskan bahwa kawasan industri tersebut nantinya akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM. Dengan konsep tersebut, aktivitas industri akan terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan nasional di bidang kesehatan. Selain menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat, kawasan ini juga diharapkan menjadi pusat kolaborasi inovasi yang mampu mencetak tenaga profesional sesuai perkembangan industri kesehatan modern.

Dokumentasi Penempatam Batu Pertama Oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah

Keberadaan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di lingkungan UMM diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat industri kesehatan nasional yang berbasis nilai sosial. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan untuk mendukung kemajuan bangsa.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Dukung Pembangunan Pabrik Infus Muhammadiyah, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now