TA DPR RI HM Mujiono ( rompi biru laut) di tengah warga simpatisan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Namun, keberhasilan program tersebut harus ditopang dengan tata kelola yang berpihak kepada produsen pangan lokal.
Hal itu disampaikan HM Mujiono TA (Tenaga Ahli) sekaligus Kandidat DPR RI 2029, yang menilai bahwa MBG seharusnya menjadi jembatan bagi petani dan nelayan untuk memperoleh kepastian pasar serta harga jual yang lebih menguntungkan.
Menurut H Mujiono, komitmen swasembada pangan tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil pertanian dan perikanan terserap secara langsung oleh program-program pemerintah, termasuk MBG.
“Program MBG ini sangat baik dan harus kita dukung bersama. Tetapi keberhasilannya akan lebih terasa apabila kebutuhan bahan pangan benar-benar dibeli langsung dari petani dan nelayan, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan masyarakat bawah,” ujar Mujiono, Sabtu (27/6/2026).
Ia menilai selama ini petani masih bergantung pada rantai distribusi yang panjang melalui pengepul sebelum hasil panennya sampai ke konsumen. Kondisi tersebut dinilai mengurangi keuntungan yang seharusnya diterima petani.
“Kalau rantai distribusi bisa dipangkas dan dapur-dapur MBG membeli langsung dari petani, maka harga akan lebih adil. Petani sayur, peternak, maupun nelayan akan memiliki kepastian pasar yang selama ini mereka butuhkan,” katanya.
Mujiono menegaskan bahwa swasembada pangan harus dibangun melalui sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, koperasi, dan pelaku usaha lokal. Kehadiran koperasi desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menurutnya dapat menjadi solusi untuk menghubungkan kebutuhan dapur MBG dengan hasil produksi masyarakat.
“Koperasi desa harus diberdayakan untuk mengambil hasil panen langsung dari petani dan menyalurkannya ke dapur MBG. Dengan cara itu, ekonomi desa bergerak, petani sejahtera, dan program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Selain itu, Mujiono mengingatkan bahwa program MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai proyek ekonomi semata, tetapi harus menjadi bagian dari strategi besar membangun kemandirian pangan bangsa.
“MBG jangan sekadar menjadi program bagi-bagi makan, tetapi harus menjadi jalan bagi petani dan nelayan untuk naik kelas. Ketika produk lokal menjadi prioritas, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan ekonomi rakyat ikut tumbuh,” tegasnya.
Ia optimistis, apabila pengelolaan dilakukan secara profesional dan berpihak kepada masyarakat, program MBG dapat menjadi motor penggerak swasembada pangan sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.
“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Jika petani dan nelayan kita makmur, maka Indonesia akan semakin mandiri dan kuat menghadapi tantangan ekonomi global,” ucap HM Mujiono.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?