SUMENEP | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Kantor Bupati Sumenep pada Kamis (4) kemarin.
Penandatanganan dilakukan oleh Plh. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, MA., Ph.D., bersama Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. Yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio. Acara ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan di lingkungan Pemkab Sumenep serta Wakil Rektor UIN Maliki Malang.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari upaya penjajakan yang telah dilakukan sebelumnya pada 7 Mei 2026 melalui kunjungan Asisten I Bidang Pemerintahan serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemkab Sumenep ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Aksi Konkret untuk Pembangunan Daerah
Plh. Rektor UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, MA., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan ini harus melampaui formalitas administratif. Beliau menekankan pentingnya implementasi aksi nyata yang berdampak luas, mulai dari penyediaan tempat magang dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa, kolaborasi riset, hingga peningkatan kapasitas SDM aparatur Pemkab Sumenep melalui program pascasarjana S2 dan S3, termasuk skema RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) dan S3 by Research.
Lebih lanjut, Basri memaparkan perkembangan UIN Maliki Malang yang kini telah setara dengan perguruan tinggi unggulan lainnya, didukung oleh pembangunan masif Kampus 3 serta sistem pendidikan asrama (ma’had) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Ia juga menyatakan komitmen UIN Malang dalam mendukung pengembangan pesantren di Sumenep melalui berbagai program pengabdian masyarakat.
Mitra Strategis bagi Sumenep
Pihak Pemkab Sumenep menyambut hangat kolaborasi ini. Staf Ahli Bupati, Joko Satrio, menilai UIN Maliki Malang sebagai mitra yang ideal mengingat kesamaan karakteristik masyarakat Sumenep yang mayoritas muslim berbasis pesantren.
"UIN Malang memiliki kekhasan unik yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan tinggi. Ini adalah kombinasi yang sangat tepat bagi Sumenep," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sumenep menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan. Joko mengungkapkan harapan agar kemitraan ini dapat mencakup skema jalur kemitraan bagi mahasiswa kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sumenep. Selain itu, Sekretaris Bappeda, Alqaf, menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah, mengingat Sumenep memiliki karakteristik geografis yang unik, termasuk kepemilikan 119 pulau dan infrastruktur strategis seperti bandar udara serta rencana pangkalan Angkatan Laut.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai langkah konkret, Bupati Sumenep menginstruksikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk segera menyusun rencana program dan agenda kegiatan bersama unit kerja di UIN Maliki Malang. Adapun fokus utama kerja sama meliputi:
1. Afirmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.
2. Penempatan koas mahasiswa FKIK di RSUD Moh. Anwar Sumenep.
3. Program bantuan beasiswa melalui Dinas Sosial.
4. Pengembangan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?