![]() |
| Ilustrasi, Sumber : Pinterest. |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, hampir seluruh aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari teknologi komunikasi, mulai dari mencari informasi, belajar, bekerja, hingga menjalin hubungan sosial. Perubahan ini sangat dirasakan oleh Generasi Z, yaitu generasi yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan internet dan media digital. Bagi Generasi Z, teknologi komunikasi bukan hanya menjadi alat untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Oleh karena itu, sistem komunikasi Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas, perkembangan, dan kualitas hidup Generasi Z agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
Artikel ini disusun oleh penulis Achmad Mirza Ergiawan dan Dibimbing oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. yang Memberikan pemahaman materi Sistem Komunikasi Indonesia.
Sistem komunikasi Indonesia saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kemajuan jaringan internet, meningkatnya penggunaan telepon pintar, serta hadirnya berbagai platform media sosial membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi. Generasi Z menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat dari perkembangan tersebut karena mereka terbiasa menggunakan teknologi digital dalam hampir setiap aktivitas. Proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai platform pembelajaran daring. Selain itu, komunikasi dengan keluarga, teman, maupun dosen menjadi lebih cepat dan efisien melalui berbagai aplikasi pesan instan maupun media sosial.
Perkembangan sistem komunikasi juga memberikan peluang yang besar bagi Generasi Z untuk mengembangkan kreativitas dan potensi diri. Saat ini banyak anak muda yang memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk berkarya, seperti membuat konten edukasi, membuka usaha secara daring, hingga membangun personal branding. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki tanpa harus dibatasi oleh jarak dan waktu. Menurut saya, kondisi ini merupakan salah satu dampak positif dari berkembangnya sistem komunikasi di Indonesia karena mampu membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Namun, perkembangan sistem komunikasi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan. Kemudahan dalam memperoleh informasi sering kali diikuti dengan penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, serta konten yang mengandung unsur provokasi. Tidak sedikit Generasi Z yang menerima informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu sehingga informasi yang tidak benar dapat dengan mudah menyebar di masyarakat. Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan produktivitas, bahkan memicu munculnya perilaku konsumtif akibat tren yang berkembang di dunia digital. Menurut saya, tantangan seperti ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan dalam menggunakan media secara bijak.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, literasi digital menjadi salah satu hal yang sangat penting. Literasi digital tidak hanya berarti mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, serta menyaring informasi yang diterima. Generasi Z perlu dibiasakan untuk berpikir kritis sebelum mempercayai atau membagikan suatu informasi kepada orang lain. Selain itu, etika dalam berkomunikasi di media digital juga perlu diterapkan agar tercipta ruang komunikasi yang sehat, sopan, dan saling menghargai. Menurut saya, peningkatan literasi digital harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sehingga tercipta budaya komunikasi yang positif di ruang digital.
Di sisi lain, sistem komunikasi Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa dan melestarikan budaya Indonesia. Melalui perkembangan teknologi digital, Generasi Z dapat memperkenalkan budaya lokal, bahasa daerah, seni, dan tradisi Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Berbagai konten kreatif mengenai budaya Indonesia yang dibagikan melalui media sosial mampu menarik perhatian masyarakat, bahkan hingga ke tingkat internasional. Hal ini membuktikan bahwa sistem komunikasi tidak hanya menjadi media penyebaran informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi yang semakin pesat. Keberhasilan sistem komunikasi Indonesia tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Infrastruktur komunikasi yang semakin baik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Generasi Z sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk menggunakan media digital sebagai sarana belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kesimpulan
Sistem komunikasi Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kehidupan Generasi Z di era digital. Kemajuan teknologi komunikasi telah membuka berbagai peluang dalam bidang pendidikan, ekonomi, kreativitas, dan penyebaran informasi. Namun, di sisi lain juga terdapat berbagai tantangan yang memerlukan sikap bijaksana serta kemampuan literasi digital yang baik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan sistem komunikasi yang sehat, aman, dan bermanfaat. Dengan demikian, Generasi Z dapat menjadi generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membangun Indonesia yang lebih maju, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
Daftar Pustaka
Lutfiah, A. Q., Rahmadianti, D., & Febrianto, A. S. (2024). Peran perilaku komunikasi interpersonal Generasi Z dalam pemanfaatan media digital. Jurnal Manajerial, 23(1). https://doi.org/10.17509/manajerial.v23i1
Zis, S. F., Effendi, N., & Roem, E. R. (2021). Perubahan perilaku komunikasi generasi milenial dan Generasi Z di era digital. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1). https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15550
Rastati, R. (2018). Media literasi bagi digital natives: Perspektif Generasi Z di Jakarta. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(1), 60–73. https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v6n1.p60-73
Penulis : Achmad Mirza Ergiawan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?