A. KOMITMEN PERSONEL & TATA KELOLA SDM
1. Loyalitas & Koridor Tugas : Seluruh personel diminta bekerja penuh loyalitas, keikhlasan, dan tetap berada pada koridor tugas serta tanggung jawab yang ditetapkan.
2. Koordinasi SPPG-Yayasan : Kepala SPPG wajib menjaga hubungan, koordinasi, dan komunikasi yang baik dengan yayasan/mitra penyelenggara.
3. Evaluasi Mingguan BGN : BGN akan melaksanakan evaluasi mingguan terhadap sarana-prasarana SPPG serta kualitas menu yang disajikan.
4. Peningkatan Kualitas : Setiap SPPG wajib terus meningkatkan kualitas makanan, kualitas dapur, dan sistem kerja sesuai SOP BGN.
5. Tanggung Jawab Kepala SPPG : Kepala SPPG bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem kerja, SDM, dan relawan sesuai SOP BGN.
B. STANDAR PENERIMAAN BAHAN BAKU & QC
6. Quality Check Berlapis : Setiap SPPG wajib melaksanakan quality check dan quality control mulai dari penerimaan bahan baku hingga hasil akhir makanan produksi.
7. Jam Tiba Bahan Baku : Bahan baku harus sudah diterima di dapur paling lambat pukul 18.00 WIB.
8. Kehadiran Tim Inti : Akuntan, Ahli Gizi, dan Asisten Lapangan wajib hadir di SPPG saat penerimaan bahan baku.
9. Tugas Ahli Gizi : Ahli Gizi bertanggung jawab melakukan pemeriksaan dan pengawasan kualitas bahan baku yang diterima.
10. Tugas Akuntan : Akuntan wajib memeriksa jumlah bahan baku, kesesuaian harga, serta memastikan nota pembayaran diterima dan terdokumentasi baik.
C. STANDAR TEKNIS DAPUR & ALUR PRODUKSI
11. Pencucian Awal : Pencucian bahan baku kotor harus dilakukan di luar area SPPG, di tempat bersih, steril, higienis.
12. Penyimpanan : Bahan baku yang sudah dicuci bersih disimpan ke freezer/chiller di gudang basah.
13. Gudang Basah : Wajib dilengkapi AC, chiller, freezer, dan showcase.
14. Gudang Kering : Wajib dilengkapi AC.
15. Ruang Pencucian : Wajib punya area pencucian terpisah berdasarkan jenis bahan baku + peralatan stainless steel.
16. Ruang Persiapan : Wajib meja kerja stainless steel, dilarang olah bahan di lantai, dilengkapi AC.
17. Peralatan Wajib: SPPG wajib memiliki alat pemotong sayur dan blender kapasitas besar.
18. Area Memasak: Wajib kompor high pressure, peralatan stainless steel, dilarang plastik/kayu, wajib exhaust system/cerobong asap.
19. Peralatan Tambahan: SPPG wajib punya deep fryer, alat pemanggang kapasitas besar, alat pengupas telur.
20. Ruang Pendinginan: Wajib ada ruang pendinginan makanan ber-AC kapasitas memadai + rak stainless sebelum ruang pemorsian.
21. Akses Pemorsian: Ruang pemorsian harus akses langsung 1 pintu dari ruang pendinginan.
22. Akses Distribusi : Area distribusi harus punya 1 pintu dari pemorsian dan 1 pintu menuju kendaraan distribusi.
23. Sanitasi: Wajib tersedia wastafel di antara area pemorsian dan distribusi.
24. Penyimpanan Ompreng : SPPG wajib memiliki ruang penyimpanan ompreng bersih dan higienis.
D. STANDAR PENCUCIAN & FASILITAS PENDUKUNG
25. Ruang Cuci Ompreng: Wajib 4 bak sink, water heater min 10 liter, lap microfiber khusus ompreng di lemari khusus, oven pengering ompreng.
26. Pemilahan Sampah: Sebelum cuci, ompreng wajib dibersihkan dulu di ruang pemilahan sampah. Sampah dipisah per jenis + ditimbang.
27. Mess & Ruang Kerja: SPPG wajib sediakan mess + ruang kerja ber-AC untuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan.
28. Fasilitas Penunjang: Wajib ada loker, kamar mandi, mushola di luar area dapur agar tidak risiko kontaminasi silang.
E. KEBIJAKAN STRATEGIS BGN
29. Refocusing Penerima Manfaat: Akan dilakukan refocusing penerima manfaat MBG agar bantuan tepat ke kelompok benar-benar membutuhkan.
30. Akurasi Data: Penerima manfaat harus ditetapkan jelas, tepat sasaran, sesuai kelompok yang ditentukan.
31. Pendataan Sekolah Elit: Akan dilakukan pendataan sekolah kategori elit/swasta kelas atas sebagai bahan refocusing.
32. Sistem Grading: BGN terapkan sistem penilaian SPPG Grade A, Grade B, Grade C sebagai tolok ukur kinerja.
33. Moratorium & Anggaran: SPPG yang belum cair anggaran masih proses penataan jumlah SPPG operasional + kebijakan moratorium pembangunan SPPG baru.
Penutup Arahan
Wakil Kepala BGN menekankan 3 kunci keberhasilan MBG: Kepatuhan SOP 100%, Akurasi Data Sasaran, dan Sinergi SPPG-Mitra. Disiplin waktu dan kamera menyala saat rapat juga jadi indikator awal komitmen SPPG.
Dengan 33 poin ini, BGN menargetkan standarisasi nasional dapur MBG rampung dan seragam di seluruh Indonesia mulai paruh kedua 2026.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?