Banner Iklan

Malam Sakral di Kalisampurno, Ki Dalang Johan Bedah Jiwa Pemimpin Sejati di Kraton Nyai Wali Ida Rofi

01 Juni 2026 | 00.27 WIB Last Updated 2026-05-31T17:27:09Z



SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM – Malam yang hening di Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Minggu malam, 31 Mei 2026, mendadak berubah menjadi panggung spiritualitas yang megah dan berwibawa. Ratusan pasang mata tertuju pada layar kelir yang membentang luas di area Kraton Nyai Wali Ida Rofi. Di sanalah, pagelaran wayang kulit dengan lakon sakral Wahyu Makutho Romo resmi dimulai, membawa seluruh hadirin larut dalam petualangan batin yang mendalam.

Atmosfer malam itu terasa begitu magis. Halaman kraton tidak hanya dipadati oleh warga sekitar yang antusias, tetapi juga dipenuhi oleh kehadiran tamu undangan istimewa. Turut hadir para pelaku spiritual dan budaya dari berbagai daerah yang turut serta meramaikan acara tersebut. Kehadiran para tokoh lintas daerah ini menciptakan ruang silaturahmi yang sangat kental, sakral, dan memperkuat pelestarian adat di lokasi acara.

Suasana semakin khidmat saat kepulan asap dupa tipis mengalir di antara alunan gending pembuka. Di bawah sorotan lampu blencong, dalang kondang Jawa Timur, Ki Dalang Johan, mulai menggerakkan jemarinya. Tokoh-tokoh pewayangan hidup di tangannya, diiringi ketukan cempala yang mantap dan suara merdu para pesinden yang menyanyikan bait-bait penuh doa.

Malam itu, Ki Dalang Johan dengan sangat piawai membedah esensi kepemimpinan sejati lewat kisah perburuan wahyu. Di tengah riuhnya penonton, tampak hadir Ki Suryo Alam, spiritualis dari Trowulan Bumi Wilwatikta Majapahit. Beliau mengamini bahwa malam ini bukan sekadar tontonan hiburan. Ini adalah momentum turunnya tuntunan luhur tentang tiga pilar: Wahyu (anugerah suci), Makutho (tanggung jawab mahkota), dan Romo (jiwa mengayomi layaknya seorang bapak).

Melalui perhelatan budaya ini, Nyai Wali Ida Rofi berharap Kraton yang didirikannya di Kalisampurno tidak hanya berdiri sebagai simbol kemegahan fisik. Tempat ini didedikasikan untuk menjadi pusat kedamaian, pelestarian budaya (uri-uri budaya), serta mampu memancarkan energi kebajikan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat luas.

Hingga larut malam, antusiasme penonton tidak surut. Di bawah langit Kalisampurno, pagelaran ini sukses menyatukan doa bersama, melarungkan harapan Nyai Wali Ida Rofi dan Ki Eko Condro Wijoyo agar energi kebajikan Prabu Rama senantiasa menaungi bumi Kalisampurno sebagai tanah yang subur akan kedamaian. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Malam Sakral di Kalisampurno, Ki Dalang Johan Bedah Jiwa Pemimpin Sejati di Kraton Nyai Wali Ida Rofi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now