![]() |
| Foto: Tim mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMM berhasil meraih juara nasional dalam kompetisi inovasi teknologi (Sumber: Humas UMM) |
MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMM berhasil meraih juara nasional dalam kompetisi inovasi teknologi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSTM-PT).
Tim yang diketuai Nova Sinanti bersama Azka Firosyan Samana Putra dan Raihan Rosyadi sukses memikat dewan juri melalui karya inovatif berupa Mesin Pencuci Singkong Semi Mekanis Berbasis Drum Spray dan Water Recirculation yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kompetisi tingkat nasional tersebut mempertemukan 15 tim terbaik dari berbagai Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia. Dalam persaingan yang ketat, tim UMM berhasil unggul berkat solusi teknologi yang dinilai aplikatif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan industri pengolahan pangan skala UMKM.
Ketua tim, Nova Sinanti, menjelaskan bahwa mesin yang mereka kembangkan dirancang untuk mengatasi lamanya proses pencucian singkong yang selama ini masih dilakukan secara manual.
“Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya membutuhkan empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja. Kami juga menambahkan fitur drum spray dan sistem sirkulasi air yang terintegrasi dengan sediment trap sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong,” jelas Nova.
Selain meningkatkan efisiensi waktu produksi, inovasi tersebut juga mampu menjaga kualitas bahan baku. Sistem sirkulasi air yang diterapkan berfungsi sebagai bantalan air sehingga proses pembersihan dapat mengelupas kulit singkong tanpa merusak bagian dagingnya.
“Dengan hasil pencucian yang lebih maksimal, pelaku UMKM dapat menghasilkan produk keripik dengan warna yang lebih cerah serta cita rasa yang lebih baik karena terbebas dari sisa getah maupun pasir,” tambahnya.
Keunggulan lain dari mesin ini terletak pada penggunaan sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku selama proses pencucian dan perangkap sedimen yang secara otomatis memisahkan kotoran dari air yang digunakan.
Dosen pendamping tim, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T., mengapresiasi kerja keras dan dedikasi mahasiswa selama proses pengembangan inovasi tersebut. Ia berharap hasil karya tersebut tidak berhenti sebagai prototipe kompetisi, tetapi dapat segera diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan ilmu teknik menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera difabrikasi dan digunakan oleh pelaku UMKM sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti komitmen UMM dalam mendorong lahirnya inovasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor usaha masyarakat dan ketahanan ekonomi lokal. (raf)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?