Banner Iklan

Founder Total Politik: Kampus Harus Tetap Menjadi Ruang Dialog dan Adu Gagasan

Erdogan Thayyib
16 Juni 2026 | 12.00 WIB Last Updated 2026-06-16T05:00:47Z

 


YOGYAKARTA – Arie Putra selaku penyelenggara forum diskusi Kopdar Bareng Mas Dar yang digelar oleh Total Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, memberikan tanggapan terkait dinamika yang terjadi dalam acara tersebut. Pernyataan itu disampaikannya melalui unggahan Instagram Story pada akun pribadinya yang diakses pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.48 WIB.

Dalam unggahannya, Arie menegaskan bahwa forum yang menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah itu sejak awal dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah. Menurutnya, penyelenggara justru berupaya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan pertanyaan secara langsung kepada para pengambil kebijakan.

Selaku penyelenggara kegiatan, Arie menjelaskan bahwa konsep acara tidak sekadar menghadirkan narasumber untuk menyampaikan pandangan, tetapi juga membuka ruang debat yang lebih panjang agar mahasiswa dapat menguji argumentasi pemerintah secara langsung.

“Ada yang berpikir diskusi itu layak dibubarkan karena pembicaranya hanya dari pihak pemerintah. Saya sarankan menonton video beberapa acara kampus sebelumnya. Semua pasti ada alasannya. Kami ingin memperpanjang waktu debat mahasiswa dengan pihak pemerintah,” tulis Arie dalam unggahannya.

Menurut Arie, pihak penyelenggara berharap mahasiswa yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan yang tajam, berbasis data, dan mendalam terhadap isu-isu yang menjadi perhatian publik.

Ia juga membantah anggapan bahwa penyelenggara membatasi atau menyensor pertanyaan yang bersifat kritis terhadap pemerintah. Menurutnya, pertanyaan mahasiswa tetap diberikan ruang sepanjang tidak berulang dan masih relevan dengan tema diskusi yang sedang berlangsung.

“Kami tidak pernah memotong pertanyaan mahasiswa kecuali yang pengulangan tema yang terlalu teknis. Pokoknya bukan karena pertanyaan itu kritis atau menyerang pemerintah,” tulisnya.

Sebagai pihak yang menginisiasi forum tersebut, Arie menilai kampus merupakan ruang penting dalam kehidupan demokrasi yang seharusnya mampu mempertemukan berbagai pandangan, termasuk pandangan yang berbeda antara mahasiswa dan pemerintah. Karena itu, perbedaan sikap dan argumentasi seharusnya dijawab melalui dialog terbuka, bukan dengan menghentikan forum yang sedang berjalan.

Arie menilai semangat reformasi dan demokrasi yang selama ini diperjuangkan seharusnya diwujudkan melalui keterbukaan berdiskusi serta kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

“Perjuangan reformasi adalah mewujudkan dialog yang terbuka dan kebebasan berpendapat. Jadi, siapa sebenarnya pengkhianat demokrasi? Silakan dijawab di hati masing-masing,” tulisnya.

Lebih lanjut, Arie menyatakan bahwa Total Politik tetap membuka ruang apabila mahasiswa UGM ingin menyampaikan pandangan atau penjelasan mereka terkait peristiwa yang terjadi dalam forum tersebut. Menurutnya, berbagai pihak seharusnya tetap menjaga tradisi berdialog sebagai bagian dari budaya demokrasi yang sehat.

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi forum lanjutan apabila terdapat mahasiswa yang ingin menyampaikan argumentasi atau klarifikasi secara terbuka kepada publik.

Dalam unggahan yang sama, Arie berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi, namun ruang dialog harus tetap dijaga agar masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang utuh terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Pernyataan Arie Putra sebagai penyelenggara acara Kopdar Bareng Mas Dar tersebut menambah perspektif dalam polemik yang muncul pasca diskusi di UGM. Di tengah perbedaan pandangan yang berkembang, ia menekankan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang pertukaran gagasan, adu argumentasi, dan dialog terbuka demi memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Founder Total Politik: Kampus Harus Tetap Menjadi Ruang Dialog dan Adu Gagasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now