Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model SDG–PTSP, Integrasikan Nilai Islam, Digitalisasi, dan Good Governance dalam Pelayanan Publik

M. Kholilur Rohman
26 Juni 2026 | 09.32 WIB Last Updated 2026-06-26T02:32:03Z

 

Foto: Dokumentasi bersama penguji

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan melalui lahirnya inovasi akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Islam dan transformasi pelayanan publik berbasis nilai-nilai Islam di pasca sarjana pada Kamis (25) kemarin.

Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Soeharto By Building (SBY) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Zainal Anwar, Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Malang, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Transformasi Manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik di Kementerian Agama Kota Malang."

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pelayanan publik dewasa ini tidak cukup hanya mengandalkan modernisasi administrasi ataupun digitalisasi layanan. Transformasi pelayanan membutuhkan perubahan paradigma, budaya kerja, kepemimpinan, serta internalisasi nilai-nilai Islam agar mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan dipercaya masyarakat.

Melalui pendekatan kualitatif studi kasus di Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Zainal Anwar menemukan bahwa keberhasilan transformasi pelayanan bukan semata-mata karena penerapan teknologi digital, tetapi karena adanya sinergi antara kepemimpinan, sistem manajemen, budaya kerja Islami, dan tata kelola organisasi yang terus diperbaiki secara berkelanjutan.

Melahirkan Model SDG–PTSP

Kontribusi utama penelitian ini adalah lahirnya Model SDG–PTSP (Spiritual Digital Governance for Public Service Transformation), sebuah model transformasi pelayanan publik yang mengintegrasikan empat konstruk utama hasil penelitian. Pertama, TRUST (Transformational Religious-based Unified Service Trust) yang menjelaskan bahwa transformasi pelayanan harus diawali dengan perubahan paradigma birokrasi dari Power Oriented Bureaucracy menuji Service Oriented Bureaucracy, pelayanan berbasis nilai-nilai Islami melalui proses Unfreezing ( Membangun kesadaran perubahan), Change (Implementasi perubahan), Refreezing (Menjadikan perubahan sebagai budaya baru), re-freeforming ( terus melakukan inovasi dan perbaikan layanan (Continuous Transformation)

Kedua, SMART (Strategic Management and Administrative Reform Transformation) yang menggambarkan transformasi fungsi-fungsi manajemen melalui integrasi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan pengembangan berbasis digital serta continuous improvement. Ketiga, SERVE (Service Excellence and Responsive Value Engagement) yang menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan sangat dipengaruhi kepemimpinan transformasional-spiritual, budaya kerja Islami, digitalisasi layanan, keterlibatan pegawai, serta meningkatnya kepuasan masyarakat. Keempat, ETHIC (Ethical Transparency and Human-centered Institutional Governance) yang menegaskan bahwa transformasi pelayanan harus bermuara pada tata kelola yang transparan, akuntabel, berorientasi kemaslahatan, dan berlandaskan etika Islam.

Menurut Zainal Anwar, pelayanan publik dalam perspektif Islam bukan sekadar memenuhi standar administratif, melainkan merupakan implementasi nilai amanah, ihsan, dan maslahah. Aparatur negara tidak hanya dituntut bekerja secara profesional, tetapi juga menghadirkan pelayanan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Perspektif Manajemen Pendidikan Islam

Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, pelayanan publik merupakan bagian dari implementasi kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan (maslahah), amanah, dan profesionalisme. Oleh karena itu, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur melalui efektivitas pelayanan, tetapi juga melalui kemampuan membangun budaya organisasi yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pengambilan keputusan. 

Secara filosofis, model SDG–PTSP memperkuat paradigma bahwa transformasi kelembagaan bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan cara berpikir (mindset transformation), budaya kerja (cultural transformation), dan karakter aparatur (character transformation). Dengan demikian, digitalisasi menjadi instrumen untuk memperkuat nilai, bukan menggantikannya. Nilai tersebut selaras dengan firman Allah SWT:

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa: 58).

Ayat tersebut menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara profesional, adil, transparan, dan bertanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT sekaligus pelayanan kepada masyarakat.  Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi etik dalam pengembangan model SDG–PTSP.

Kontribusi bagi Reformasi Birokrasi

Disertasi ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan teori perubahan organisasi, digital governance, dan etika kerja Islami dalam pelayanan publik. Dari sisi praktis, model SDG–PTSP menawarkan kerangka transformasi yang dapat direplikasi oleh berbagai instansi pemerintah, khususnya lembaga keagamaan, untuk meningkatkan mutu pelayanan publik yang modern secara sistem, Islami dalam nilai, dan berkelanjutan dalam tata kelola.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan bahwa disertasi doktor di lingkungan S3 MPI diarahkan tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah, tetapi juga melahirkan model konseptual yang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat.

"Model SDG–PTSP merupakan contoh bagaimana penelitian doktoral mampu mengintegrasikan teori, nilai-nilai Islam, dan kebutuhan praktis birokrasi modern. Temuan seperti inilah yang diharapkan menjadi kontribusi nyata Program Doktor MPI bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam maupun tata kelola pelayanan publik di Indonesia."

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model SDG–PTSP, Integrasikan Nilai Islam, Digitalisasi, dan Good Governance dalam Pelayanan Publik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?