![]() |
| CoE Sawit UMM menggandeng PT Bumitama Gunajaya Agro untuk menjawab tantangan kebutuhan SDM unggul./dok.UMM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Indonesia merupakan salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, status ini memegang peranan vital dalam rantai pasok ekonomi dan energi global.
Namun ironisnya, industri raksasa ini masih kerap dihadapkan pada tantangan pelik terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar siap pakai dan adaptif terhadap kemajuan agribisnis modern.
Merespons isu kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Center of Excellence (CoE) Sawit resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bumitama Gunajaya Agro pada Jumat (29/5) lalu di Aula BAU UMM.
Selain penandatanganan kerja sama, langkah strategis ini juga dirangkaikan dengan agenda kuliah tamu bertajuk 'Level Up Your Career: Peluang Kerja dan Masa Depan Industri Sawit'.
Kerja sama ini secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Teknik Industri UMM. Tujuannya adalah merancang program kolaboratif yang komprehensif, mulai dari fasilitasi magang, rekrutmen langsung, hingga penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi yang selaras dengan tantangan sektor perkebunan masa kini.
Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan langkah konkret universitas untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara landasan teori, tetapi juga memiliki taktis dan kepekaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini.
"Kerja sama ini adalah bukti nyata komitmen Kampus Putih dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional. Kami ingin lulusan UMM, khususnya jebolan dari CoE Sawit, tidak lagi canggung saat memasuki dunia kerja, melainkan langsung bisa diserap dan memberikan kontribusi riil bagi industri perkebunan nasional," jelas Wakil Rektor IV Salis, Kamis (4/6).
Kemudian, Agus Sutrisno, S.P., M.M. selaku HC & OSM Director PT Bumitama Gunajaya Agro menjelaskan bahwa industri kelapa sawit saat ini bergerak sangat cepat. Situasi ini membutuhkan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap teknologi cerdas serta memiliki daya inovasi tinggi, bukan sekadar pekerja yang mengandalkan metode konvensional di lapangan.
"Industri kelapa sawit masa depan sangat bergantung pada efisiensi manajerial dan pembaruan teknologi. Oleh karena itu, kami di dunia industri membutuhkan talenta-talenta unggul dari perguruan tinggi seperti UMM yang siap menghadapi tantangan global dan mampu memberikan solusi teknis yang akurat," beber Agus Sutrisno.
Inisiatif taktis melalui CoE Sawit ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi jembatan emas yang menghubungkan dunia akademis dan industri.
Melalui pembekalan kompetensi dan pengalaman belajar berbasis praktik ini, mahasiswa UMM tidak hanya disiapkan sekadar untuk mencari kerja setelah lulus, tetapi didorong menjadi inovator penggerak yang akan meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perkebunan Indonesia di kancah global. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?