Banner Iklan

Cegah Stunting Sejak Dini, SPPG Sukodadi dan Sidorahayu Sasar Kelompok 3B Dalam Waktu Dekat

Eko Rudianto
02 Juni 2026 | 21.58 WIB Last Updated 2026-06-02T15:04:52Z

Koordinasi KA SPPG Sukodadi dan Sidorahayu bersama Penyuluh dan Kader Keluarga

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Sebanyak 300 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kecamatan Wagir akan segera menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menjelang penyaluran perdana yang direncanakan dimulai pada 8 Juni 2026, SPPG Sukodadi dan SPPG Sidorahayu menggelar koordinasi bersama jajaran penyuluh dan kader Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Wagir di Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Wagir, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Korwil Penyuluh KB Kecamatan Wagir, Suci, tujuh koordinator kader KB, Kepala SPPG Sukodadi, Kepala SPPG Sidorahayu, serta sejumlah pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait mekanisme penyaluran paket MBG kepada kelompok 3B sekaligus mempersiapkan validasi data penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran.

Dalam forum tersebut, Riky selaku Koordinator Kecamatan menjelaskan bahwa kader akan menjadi bagian penting dalam pengawasan dan pendistribusian program di lapangan.

"Kami menyampaikan mekanisme pemberian paket MBG mulai dari jam pengiriman, proses distribusi kepada penerima manfaat, pengambilan kembali food tray, hingga batas waktu konsumsi makanan. Selain itu, kader yang ditunjuk sebagai PIC juga akan melakukan uji organoleptik sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat untuk memastikan makanan masih dalam kondisi layak konsumsi," jelas Riky.

Ia juga meminta dukungan para kader untuk membantu memvalidasi data penerima manfaat agar program dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi kelompok 3B.

Para kader menyambut baik rencana penyaluran MBG bagi kelompok 3B. Mereka menyatakan kesiapan untuk membantu proses pendataan maupun pengawasan selama pelaksanaan program. Antusiasme tersebut muncul karena kelompok 3B merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

Dalam kesempatan itu, para kader juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan agar tidak terjadi kasus keracunan maupun gangguan kesehatan lainnya. Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG menjelaskan berbagai prosedur pengendalian mutu yang telah diterapkan dalam proses produksi makanan.

Salah satunya adalah kewajiban bagi kader yang ditunjuk sebagai person in charge (PIC) untuk melakukan uji organoleptik sederhana sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan menilai kondisi fisik makanan, mulai dari aroma, warna, tekstur, hingga kelayakan kemasan.

"Apabila ditemukan temuan pada makanan atau food tray, kami berharap segera dilaporkan kepada pihak SPPG agar dapat segera ditindaklanjuti. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula kami dapat melakukan penanganan," tambah Riky.

Pihak SPPG juga menjelaskan bahwa setiap menu yang diproduksi selalu disisihkan sebagai sampel dan disimpan dalam chiller untuk keperluan monitoring kualitas. Sampel tersebut dapat digunakan sebagai bahan pemeriksaan laboratorium apabila ditemukan dugaan masalah keamanan pangan di kemudian hari.

Selain penyimpanan sampel, uji organoleptik juga secara rutin dilakukan oleh tim dapur sebelum makanan didistribusikan. Langkah ini bertujuan memastikan kualitas rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan tetap memenuhi standar keamanan pangan hingga diterima oleh penerima manfaat.

Melalui koordinasi ini, seluruh pihak berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi kelompok 3B di Kecamatan Wagir dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok yang berperan penting dalam mewujudkan generasi sehat di masa depan.

Pewarta: Nur Hamid Abdissalam


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cegah Stunting Sejak Dini, SPPG Sukodadi dan Sidorahayu Sasar Kelompok 3B Dalam Waktu Dekat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now