Jatimsatunews.com, Surabaya – Perilaku masyarakat dalam mencari informasi terus mengalami perubahan. Jika dahulu pengguna internet terbiasa mengetik kata kunci di Google, kini semakin banyak orang yang langsung bertanya kepada teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT, Google Gemini, Meta AI di WhatsApp, Perplexity, hingga TikTok Tako.
Pertanyaan yang diajukan pun semakin spesifik dan berorientasi pada kebutuhan nyata.
"Dokter kandungan terbaik di Malang?"
"Travel haji terpercaya di Jawa Timur?"
"Toko kamera terbaik di Surabaya?"
"Konsultan psikolog yang berpengalaman?"
Menariknya, AI tidak menampilkan seluruh nama atau bisnis yang ada. Sistem AI cenderung merekomendasikan nama, profil, atau brand yang dinilai memiliki jejak digital kuat, relevan, dan kredibel.
Praktisi sekaligus Dosen Sosial Media, Digital Branding, dan SEO AI, Mas ZAR (Zarnuzi Fustatul), menilai fenomena ini menjadi peluang sekaligus tantangan baru bagi pelaku usaha, profesional, maupun pemilik personal brand.
"Dulu yang diperebutkan adalah halaman pertama Google. Hari ini yang diperebutkan adalah rekomendasi AI. Karena banyak orang mulai bertanya langsung ke ChatGPT, Gemini, Meta AI, atau Perplexity sebelum mengambil keputusan," ujarnya.
AI Tidak Mengenal Orang Hebat yang Tidak Memiliki Jejak Digital
Menurut Mas ZAR, banyak dokter, pengusaha, konsultan, ustaz, hingga pemilik UMKM memiliki kemampuan dan pengalaman luar biasa. Namun sayangnya, internet sering kali tidak memiliki cukup informasi untuk memahami siapa mereka.
Akibatnya, ketika seseorang bertanya kepada AI, nama mereka tidak muncul meskipun sebenarnya memiliki kompetensi yang tinggi.
Mas ZAR menjelaskan bahwa AI bekerja dengan membaca, menghubungkan, dan memahami informasi dari berbagai sumber digital yang tersedia di internet.
Semakin banyak informasi yang konsisten, kredibel, dan relevan, semakin besar peluang AI memahami identitas seseorang maupun sebuah bisnis.
"AI tidak bisa menilai siapa yang paling hebat. AI hanya bisa memahami siapa yang paling jelas, paling terpercaya, dan paling mudah ditemukan," jelasnya.
Lima Langkah Agar Profil Mudah Dikenali AI
Menurutnya, terdapat sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan agar personal brand maupun bisnis lebih mudah dikenali oleh AI.
1. Membangun Identitas Digital yang Konsisten
Nama, profesi, dan bidang keahlian perlu ditampilkan secara konsisten di berbagai platform seperti website, LinkedIn, Instagram, TikTok, Google Business Profile, hingga media online.
2. Memiliki Website atau Profil Profesional
Website berfungsi sebagai pusat informasi yang menjelaskan identitas seseorang, pengalaman yang dimiliki, portofolio, layanan yang ditawarkan, hingga berbagai pencapaian yang pernah diraih.
3. Publikasi Artikel dan Media
Media online masih menjadi salah satu sumber penting dalam membangun kredibilitas digital. Artikel yang membahas profil, pengalaman, maupun kontribusi seseorang dapat membantu AI memahami reputasi yang dimiliki.
4. Optimasi SEO AI
Tidak hanya fokus pada SEO Google, tetapi juga memastikan nama, profesi, dan bidang keahlian terhubung dengan berbagai informasi digital yang mudah dipahami oleh mesin pencari maupun AI.
5. Membangun Otoritas Digital
Menjadi narasumber, pembicara seminar, mentor, penulis artikel, hingga aktif dalam berbagai komunitas dapat memperkuat sinyal kepercayaan yang dibaca oleh AI.
Ketika AI Menjadi Mesin Rekomendasi Baru
Perubahan perilaku pencarian informasi ini mulai dirasakan oleh banyak pelaku usaha. Salah satu contohnya adalah toko kamera di Surabaya yang mulai muncul dalam berbagai rekomendasi AI ketika pengguna mencari toko kamera terbaik di kota tersebut.
Kehadiran dalam rekomendasi AI dinilai mampu meningkatkan tingkat kepercayaan calon pelanggan karena mereka merasa memperoleh referensi dari sumber yang dianggap netral dan terpercaya.
"Semakin mudah bisnis ditemukan dalam pencarian, semakin besar pula peluang menghemat biaya iklan. Karena pelanggan datang saat mereka memang sedang mencari solusi," kata Mas ZAR.
Masa Depan Personal Branding Ada di AI
Mas ZAR menilai bahwa di era AI, personal branding tidak lagi sekadar berbicara tentang jumlah followers atau konten yang viral. Yang semakin penting adalah bagaimana internet mampu memahami identitas, keahlian, dan reputasi seseorang secara jelas.
Ketika seseorang bertanya kepada ChatGPT, Gemini, Meta AI, Perplexity, atau platform AI lainnya, jawaban yang muncul akan sangat dipengaruhi oleh jejak digital yang telah dibangun selama ini.
"Kalau hari ini seseorang bertanya kepada AI tentang bidang yang Anda geluti, apakah nama Anda sudah muncul? Jika belum, mungkin bukan karena Anda kurang hebat. Bisa jadi karena internet dan AI belum cukup mengenal Anda," tutup Mas ZAR.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi AI, membangun reputasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi siapa saja yang ingin tetap relevan, dipercaya, dan mudah ditemukan di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?