Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Agus Suyanto
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya pemerintah melakukan efisiensi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Suyanto dari Fraksi PKB. Menurutnya, langkah efisiensi harus diarahkan pada penguatan tata kelola dan penghematan anggaran tanpa mengurangi kualitas makanan yang diterima anak-anak.
Program MBG dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, Agus menegaskan bahwa efisiensi yang dilakukan pemerintah tidak boleh menyentuh porsi maupun kandungan gizi makanan bagi para penerima manfaat.
"Efisiensi itu harus menyasar pada aspek operasional dan tata kelola program, bukan pada kualitas makanan yang diterima anak-anak. Gizi mereka tetap harus menjadi prioritas utama karena ini menyangkut masa depan generasi bangsa," ujar Agus Suyanto, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, langkah pemerintah yang berupaya melakukan penghematan anggaran hingga berpotensi mencapai Rp40 triliun merupakan kebijakan positif selama tetap mempertahankan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Efisiensi tersebut justru dapat memperkuat keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Agus menilai, pengelolaan anggaran yang lebih efektif akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperluas manfaat program sekaligus memastikan pelaksanaannya tepat sasaran. Dengan tata kelola yang semakin baik, potensi kebocoran anggaran dapat diminimalisasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
"Kalau tata kelolanya semakin baik, maka anggaran yang tersedia bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Yang paling penting, anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi sesuai kebutuhan mereka dan program ini bisa berjalan secara berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang menegaskan bahwa efisiensi Program MBG tidak akan mengurangi porsi makanan maupun kualitas bahan pangan yang digunakan. Menurut Agus, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia.
Lebih lanjut, politisi PKB itu berharap perbaikan tata kelola Program MBG terus dilakukan agar distribusi bantuan semakin tepat sasaran. Pengawasan yang ketat, transparansi penggunaan anggaran, serta pelibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas program tersebut.
"Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas Indonesia. Karena itu, efisiensi harus dimaknai sebagai upaya memperkuat program, bukan mengurangi manfaat yang diterima masyarakat," tegasnya.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa efisiensi dalam Program Makan Bergizi Gratis difokuskan pada aspek operasional sehingga kualitas dan kandungan gizi makanan tetap terjaga. Selain berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan menjamin keberlangsungan program bagi jutaan anak Indonesia di masa mendatang. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?