Banner Iklan

Wujudkan Ibadah Qurban Profesional dan Syar'i, Universitas Brawijaya Gelar Workshop Manajemen Ternak Qurban Holistik

Admin JSN
23 Mei 2026 | 11.32 WIB Last Updated 2026-05-23T04:52:34Z

  

Dokumentasi Foto Bersama Pembukaan Acara

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Universitas Brawijaya (UB) menggelar "Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik" Angkatan Pertama di Ruang Utama Masjid Raden Patah UB pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan strategis ini merupakan kolaborasi nyata antara Takmir Masjid Raden Patah, Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, serta Fakultas Kedokteran Hewan UB. Workshop dirancang untuk memberikan edukasi hulu ke hilir berbasis lima pilar utama: Syar'iyah, Profesional, Technological, Sustainable (Berkelanjutan), dan Speaking Environmentally (Ramah Lingkungan).

Acara ini menghadirkan deretan pakar dan praktisi seperti Prof. Widodo, S. Si., M. Si., Ph.D.; M. Kholid Mawardi, Ph.D.; Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D.; Dr. Sugeng Santoso; Dr. Ir. Agus Susilo; drh. Widi Nugroho, Ph.D.; Ir. Wike Andre Septian; Ust. Ahmad Winardi, Lc.; serta Imam Fauji. Para pemateri mengupas tuntas fiqih kurban, standardisasi pemilihan ternak sehat, metode penyembelihan cepat minim stres, hingga manajemen limbah ramah lingkungan.

Dalam laporannya, Wakil Takmir Masjid Raden Patah UB, Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D., menyampaikan bahwa workshop ini sekaligus menandai peluncuran dua program strategis masjid, yaitu Gerakan Shubuh Berjamaah bulanan bersama tokoh nasional dan pelatihan manajemen kurban holistik ini sendiri. Konsep holistik yang diusung menekankan pada kesejahteraan hewan (animal welfare), tata kelola profesional, keberlanjutan program, dan aspek ramah lingkungan. Tak hanya teori, para peserta yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu juga melakukan praktik langsung menggunakan 4 ekor domba dan 10 ekor ayam, mulai dari teknik merobohkan hewan hingga pemisahan daging dan tulang secara higienis. Melalui program ini, Masjid Raden Patah ditargetkan bertransformasi menjadi pusat peradaban dan edukasi yang melahirkan takmir masjid modern.

Dukungan penuh juga datang dari pihak Yayasan UB. Ketua Yayasan UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi agenda ini mengingat yayasan mengelola 12 masjid kampus. Ia menekankan bahwa esensi kurban dalam arti luas tidak boleh merusak alam, termasuk penanganan limbah yang benar agar tidak menimbulkan bau dan merugikan warga sekitar. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan menjadi langkah awal sistem ternak kurban yang baik guna mewujudkan kampus hijau yang agamis.

Saat membuka acara, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak., mengajak peserta berpikir dengan sistem holistik, mulai dari hulu pakan dan kesehatan ternak hingga inovasi pasca-kurban seperti teknologi pengalengan daging dan penyimpanan jangka panjang. Prof. Unti menjelaskan, pelibatan masyarakat umum dalam workshop ini merupakan bagian dari program "Kampung Lingkar Kampus" (KLK) agar warga sekitar lebih berdaya dan mampu memberdayakan lingkungannya. Melalui penerapan manajemen kurban yang modern ini, Universitas Brawijaya menargetkan lahirnya agen perubahan di masyarakat, sehingga ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan ekonomi lokal, jaminan kesehatan, dan kelestarian lingkungan sekitar kampus.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujudkan Ibadah Qurban Profesional dan Syar'i, Universitas Brawijaya Gelar Workshop Manajemen Ternak Qurban Holistik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now