![]() |
| Simbolis Peresmian |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) resmi melakukan soft launching perubahan nama menjadi Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) dalam sebuah kegiatan yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 di Hall MC. Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari transformasi akademik untuk menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis.
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan fakultas menegaskan bahwa perubahan nama bukan sekadar pergantian identitas, melainkan langkah strategis menghadapi perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi digital.
Prof. Sasmito Djati menjelaskan bahwa dunia mengalami perubahan sangat cepat di bidang knowledge dan teknologi yang turut memengaruhi kultur serta budaya masyarakat. Menurutnya, sebagai fakultas ilmu dasar yang menjadi fondasi berbagai disiplin ilmu, diperlukan kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
“Proses perubahan ini berlangsung panjang selama tiga tahun. Berubah nama bukan berarti meninggalkan cita-cita dan identitas lama, tetapi meneruskan semangat menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, paradigma lama yang memandang matematika dan ilmu pengetahuan alam sebagai bidang yang terpisah kini mulai berubah seiring masuknya era komputasi dan teknologi digital. Integrasi antarilmu dinilai semakin terbuka tanpa sekat.
“Ketika masuk dunia komputasi dan teknologi digital, ternyata tidak ada batas lagi antarilmu. Karena itu kami harus menjawab tantangan tersebut dengan mengubah nama fakultas tanpa meninggalkan identitas sebelumnya,” jelasnya.
Melalui nama baru Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM), pihak fakultas berharap mampu membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang lebih kontekstual, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Sementara itu, Dekan fakultas, Prof. Sukir, menyampaikan bahwa perubahan nama justru menjadi langkah memperbesar kapasitas FMIPA dalam mewadahi perkembangan program studi dan disiplin ilmu baru yang terus berkembang.
“Perubahan nama ini kami anggap sebagai upaya memperbesar FMIPA. Karena saat ini ada bioinformatika, sains data, aktuaria, dan bidang lain yang membutuhkan ruang pengembangan lebih luas,” katanya.
Menurutnya, paradigma FSTeM membuka peluang besar bagi penguatan identitas keilmuan sekaligus pengembangan program studi baru di masa depan. Ia menegaskan bahwa pengembangan tersebut tetap berlandaskan ilmu dasar seperti matematika, biologi, kimia, dan fisika.
“Tanpa ilmu dasar, teknologi terbaru tidak akan bisa berkembang dengan baik. Karena itu jati diri kami tetap dipertahankan sambil menjawab tantangan masyarakat,” ujarnya.
Prof. Sukir juga menyebutkan bahwa FSTeM ditargetkan menjadi pusat gravitasi perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia. Ia menambahkan bahwa fakultas tersebut menjadi pionir fakultas dengan nomenklatur STeM pertama di Indonesia.
“Kami ingin menjadi wadah yang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan sangat mungkin berkembang program studi baru seperti teknologi material, geosains, dan bidang lainnya,” jelasnya.
Saat ini, fakultas tersebut memiliki 19 program studi yang terdiri dari 10 program sarjana (S1), 5 program magister (S2), dan 4 program doktor (S3). Dengan transformasi menjadi FSTeM, diharapkan pengembangan akademik, riset, dan inovasi dapat semakin berkembang untuk mendukung kemajuan bangsa di era teknologi modern.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?