![]() |
| Sikap manis Senator Lia Istifhama kepada wartawan menuai pujian, dapat menjadi alasan dirinya sering meraih penghargaan atas kinerja dan pola komunikasi tanpa sekat./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama mendapat pujian dari wartawan di Jawa Timur.
Senator asal Jawa Timur ini disebut banyak wartawan Jatim mempunyai sikap santun dan penuh penghormatan kepada insan pers ketika diwawancarai.
Sikap ini tetap terjaga di tengah padatnya agenda kunjungan kerja bagi senator yang akrab disapa Ning Lia ini.
Ia tidak memperlihatkan rasa lelahnya ketika usai melalui perjalanan antarkota hingga antardaerah hingga usai mengisi agenda yang dijalaninya. Ketika berinteraksi dengan wartawan, ia tetap hangat, terbuka, dan elegan.
Momen seperti itu disaksikan awak-awak media di Gresik dan sekitarnya yang menangkap sikap teladan dari Lia.
Menurut mereka, senator yang akrab disapa Ning Lia ini tidak menjaga jarak dengan awak media.
Ia menyapa satu per satu wartawan, melayani pertanyaan dengan sabar, bahkan tetap memberikan ruang diskusi meski agenda kegiatan cukup padat.
"Media adalah mitra strategis. Tanpa mereka, banyak hal baik yang tidak akan sampai ke masyarakat," ungkap Lia saat ia pernah ditanya tentang peran insan pers dan media massa.
Sikap tersebut kemudian menuai apresiasi dari sejumlah jurnalis yang menilai Lia sebagai figur publik yang memahami pentingnya komunikasi publik yang sehat.
Keberadaan Lia kemudian dinilai awak media Jatim dapat menjadi teladan, ketika hubungan antara pejabat dan media terkadang terlalu formal (kaku).
Sehingga, melihat pendekatan humanis yang ditunjukkan keponakan Gubernur Jatim Khofifah ini seperti pemandangan langka namun harus segera diperbanyak.
Seorang wartawan lokal Jatim yakni Samsul Arif menyebut, tidak semua pejabat memiliki kesabaran dan keterbukaan seperti yang ditunjukkan Ning Lia.
"Beliau orangnya komunikatif, tidak defensif, dan menghargai kerja-kerja jurnalistik. Itu yang membuat kami nyaman," ungkap Samsul.
Jika dilihat dari perspektif komunikasi publik, sikap terbuka terhadap media memang menjadi salah satu indikator kepemimpinan yang inklusif.
Transparansi informasi serta kemauan berdialog dinilai mampu membangun kepercayaan publik. Hal ini sejalan dengan prinsip kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menegaskan pentingnya hubungan profesional antara narasumber dan jurnalis.
Selain itu, dalam berbagai kajian komunikasi politik, hubungan harmonis antara pejabat publik dan media juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dewan Pers bahkan menekankan, keterbukaan informasi dan sikap saling menghormati merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pers yang sehat.
Gaya komunikasi Ning Lia yang santun namun tetap substansial ini dinilai awak media Jatim mampu memperkuat citra positif wakil daerah di tingkat nasional. Bukan sekadar menyampaikan program, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam berinteraksi.
Di tengah era keterbukaan informasi dan derasnya arus digital, sikap sederhana seperti menghargai wartawan justru menjadi nilai lebih yang jarang ditemui. Politisi 42 tahun ini menunjukkan bahwa menjadi pejabat publik bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal sikap.
"Manis bak gula namun tetap berisi, itulah kesan yang ditangkap banyak pihak dari cara Ning Lia memperlakukan media. Sebuah sikap kecil yang berdampak besar dalam membangun kepercayaan publik," ungkap Hany, salah satu jurnalis yang mengakui sikap terpuji dari Lia Istifhama.
Adapun Lia Istifhama merupakan politisi, aktivis sosial, advokat, penulis, akademisi, dan musisi Indonesia yang lahir pada 12 Februari 1984 di Surabaya.
Pada pemilihan umum legislatif 2024, ia terpilih menjadi Anggota DPD RI dengan meraih 2.739.123 suara.
Perolehan suara tersebut menjadikannya senator perempuan non‑petahana dengan suara tertinggi di Indonesia.
Ia juga keponakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur saat ini dan putri dari KH Maskur Hasyim, seorang tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur.
Sikapnya yang terbuka kepada publik dan termasuk insan pers membuatnya sering mendapat penghargaan dari berbagai media massa, seperti Detik Jatim, JTV, Times Indonesia, Jawa Pos Radar Madura, Radar Surabaya, hingga Berita Jatim. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?