Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Ungkap 10 Bukti Keberhasilan Pelayanan Haji 2026 dari Kemenhaj

Admin JSN
26 Mei 2026 | 21.13 WIB Last Updated 2026-05-26T14:32:08Z
Senator DPD RI Lia Istifhama mengungkap 10 bukti keberhasilan pelayanan haji 2026 dari Kemenhaj./dok.istimewa

MAKKAH | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama yang juga menunaikan ibadah haji tahun ini menjadi saksi dari tingkat kepuasan jamaah haji 2026.

Senator Lia Istifhama bahkan mengungkap 10 bukti tentang keberhasilan pelayanan haji 2026 dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.

Ke-10 bukti ini bukan hanya dari pengalamannya pribadi sebagai jamaah haji melainkan juga dari pendapat jamaah lain selama di Madinah dan Makkah hingga persiapan menuju Arafah.

Pertama, penempatan hotel jamaah lebih strategis dan dekat dengan lokasi ibadah. Pemilihan hotel ini memudahkan mobilitas para jamaah haji 1447 Hijriah.

Kedua, kualitas katering meningkat meski biaya konsumsi berhasil ditekan. Harga katering yang sebelumnya mencapai 40 riyal kini turun menjadi 36 riyal, namun kualitas dan porsi makanan lebih baik.

Ketiga, menu makanan khas Indonesia tetap dipertahankan untuk menjaga kenyamanan dan selera makan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Keempat, perhatian pemerintah terhadap jamaah lanjut usia terimplementasi melalui program Haji Ramah Lansia. Program ini diwujudkan dengan penambahan jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di tiap kloter.

"Setiap kloter reguler yang berisi sekitar 391 jemaah kini didampingi empat petugas resmi kloter. Ini melampaui standar satu persen yang sebelumnya ditetapkan pemerintah Arab Saudi," ungkap Lia Istifhama dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (26/5).

Kelima, sistem distribusi koper lebih praktis karena barang bawaan jamaah diantar langsung ke depan kamar hotel masing-masing.

Keenam, fasilitas hotel jamaah reguler mengalami peningkatan kualitas. Sebagian jamaah bahkan mulai menikmati fasilitas setara hotel berbintang lima selama berada di Madinah.

Ketujuh, Kemenhaj mulai melakukan transformasi layanan secara modern melalui digitalisasi sistem pelayanan dan penguatan mekanisme fast track atau Makkah Route. Ini menunjukkan aspek teknologi juga mulai dimaksimalkan oleh pemerintah.

Kedelapan, pemerintah responsif dalam menangani berbagai persoalan di lapangan, termasuk saat terjadi kendala terkait kartu Nusuk maupun pengaturan shuttle bus Shalawat.

"Pemerintah terlihat lebih solutif dan cepat merespons persoalan yang dialami jemaah," beber senator yang akrab disapa Ning Lia.

Kesembilan, kesiapsiagaan petugas haji yang tinggi dalam mendampingi jamaah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang mencapai 48 derajat Celsius.

Kesepuluh, Kemenhaj terbuka terhadap berbagai masukan dan evaluasi dari jamaah demi meningkatkan kualitas layanan pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai jamaah haji sekaligus perwakilan DPD RI dalam mengawasi jalannya pelaksanaan ibadah haji Indonesia 2026 Lia tidak menampik bahwa berbagai tantangan tetap ada.

Namun, selama penyelenggaraan haji tahun ini berhasil diantisipasi dengan baik melalui langkah konkret pemerintah.

"Melalui testimoni para jemaah haji 2026, kita bisa menyimpulkan bahwa pelayanan haji tahun ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ini patut diapresiasi karena pengakuan masyarakat menjadi semangat untuk menjaga konsistensi perbaikan layanan," tegasnya.

Adapun mengenai Kemenhaj RI berdiri pada 8 September 2025 melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Kemenhaj pun pertama kali memberikan pelayanan haji pada musim haji 2026 setelah layanan ini semula dijalankan oleh Kementerian Agama RI. Meski baru perdana menjalankan tugas pelayanan, Kemenhaj RI yang dinakhodai Irfan Yusuf justru menuai banyak apresiasi dari jamaah.

Berbagai kisah positif turut mewarnai pengalaman jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ning Lia pun menjadi salah satu orang yang dapat menjadi mata dan telinga publik terhadap pelaksanaan haji Indonesia 2026.

Bahkan, ia mendengar langsung pendapat dari jamaah Ponorogo, Surabaya, Madura, Lamongan, Sidoarjo, hingga Pasuruan selama di Makkah.

Dengan pengakuan positif dari jamaah tersebut membuat Ning Lia yakin hal-hal yang sudah ideal tahun ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Ia juga berharap seluruh jamaah tahun ini dapat pulang ke tanah air sebagai haji yang mabrur. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Ungkap 10 Bukti Keberhasilan Pelayanan Haji 2026 dari Kemenhaj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now