Banner Iklan

Riset Kolaboratif UIN Malang Lolos MORA The AIR Fund 2025, Kembangkan Sistem Informasi Spasial Edukatif Berbasis Nilai Islam

M. Kholilur Rohman
08 Mei 2026 | 08.41 WIB Last Updated 2026-05-08T01:41:35Z

 

Foto: Dokumentasi para peneliti

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Tim peneliti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih pendanaan internasional melalui program MORA The AIR Fund 2026 untuk penelitian bertajuk “Pengembangan Sistem Informasi Spasial Edukatif untuk Tata Kelola dan Pembelajaran Berbasis Lahan di Lembaga Pendidikan Islam; Integrasi Nilai Islam dan Strategi Adaptif Indonesia–Belanda.”

Penelitian ini menjadi salah satu bentuk penguatan kolaborasi akademik internasional antara Indonesia dan Belanda dalam pengembangan tata kelola lingkungan berbasis pendidikan Islam. Tim peneliti terdiri atas Dr. Devi Pramitha, M.Pd., Dr. Jamilah, M.A., dan Faridatun Nikmah, M.Pd.. Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan Dr. Farah Nuril Izza, Lc., M.A. dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto serta Dr. Ary Samsura dari Radboud University, Belanda.

Riset ini berfokus pada pengembangan sistem informasi spasial edukatif yang dapat mendukung tata kelola dan pembelajaran berbasis lahan di lembaga pendidikan Islam. Penelitian tersebut menggali bagaimana pengelolaan lahan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab menjaga dan memakmurkan bumi.

Selain itu, penelitian juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pengelolaan lingkungan, seperti prinsip amanah, keberlanjutan, dan upaya mencegah kerusakan lingkungan (fasad). Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran ekologis di lingkungan pendidikan Islam melalui pemanfaatan sistem informasi spasial yang edukatif dan adaptif.

Penggalian data tahap pertama telah dilaksanakan pada 30 April 2026 di sejumlah lembaga pendidikan Islam di wilayah Jawa Tengah, di antaranya Universitas Sains Al-Qur'an, Pondok Pesantren Ar Ridwan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, serta Pondok Pesantren Darussalam.

Selanjutnya, pada 7 Mei 2026, tim peneliti melanjutkan kegiatan penggalian data di wilayah Jawa Timur dengan mengunjungi Universitas Islam Zainul Hasan Genggong dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Foto: Suasana diskusi

Melalui penelitian ini, tim berharap dapat menghasilkan model tata kelola lahan berbasis sistem informasi spasial yang mampu diterapkan di lembaga pendidikan Islam sebagai media pembelajaran, penguatan kesadaran lingkungan, serta pengembangan strategi adaptif terhadap tantangan ekologis global.

Kolaborasi Indonesia–Belanda tersebut juga diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam Indonesia dalam pengembangan kajian lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman di tingkat internasional.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Riset Kolaboratif UIN Malang Lolos MORA The AIR Fund 2025, Kembangkan Sistem Informasi Spasial Edukatif Berbasis Nilai Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now