Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nurdiana Apresiasi DEMA dan SEMA Sukses Gelar FGD Nalar Kritis Antar BEM dan Aktivis Malang Raya
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Ilfi Nur Diana memberikan apresiasi tinggi kepada DEMA dan SEMA yang sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia”.
Kegiatan yang dilaksanakan Rabu 16/4/2026 ini dinilai sebagai langkah strategis mahasiswa dalam membangun tradisi intelektual yang kritis dan konstruktif lintas kampus.
FGD di Aula Rumah Singgah Lantai 4 Kampus 2 menghadirkan sekitar 80 peserta. Sebanyak 57 di antaranya merupakan delegasi dari 20 perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Malang Raya, termasuk BEM, PMII, HMI, dan GMNI.
Rektor UIN Malang menilai keberhasilan forum ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan melalui gagasan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif.
“Kami sangat mengapresiasi DEMA dan SEMA yang telah sukses menginisiasi forum ini. Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar rektor 2 hari usai pelaksanaan.
Menurutnya, forum dialog seperti FGD menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir, berargumentasi, serta merumuskan gagasan strategis yang implementatif.
“Kampus akan terus mendukung kegiatan mahasiswa yang mendorong lahirnya pemikiran konstruktif dan berdampak bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu memadukan idealisme dengan realitas sosial.
“Mahasiswa harus menghadirkan nalar kritis yang konstruktif. Aksi yang dibangun tidak cukup hanya idealis, tetapi juga harus realistis dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
FGD ini juga menghadirkan staf ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) yang mewakili Stepi Anriani Rizal, serta Peneliti Intelligence and National Security Studies (INSS), Yusup Rahman Hakim. Ia menyampaikan bahwa pemerintah terbuka terhadap masukan mahasiswa selama disampaikan secara konstruktif.
“Masukan dari mahasiswa sangat dibutuhkan. Namun, penting untuk menghindari narasi yang kontraproduktif dan berpotensi memicu instabilitas,” ungkapnya.
Direktur Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., turut menegaskan bahwa pendekatan dialog melalui forum seperti FGD menjadi sarana efektif dalam menyampaikan aspirasi dibandingkan aksi demonstratif yang berpotensi destruktif.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Rektor I UIN Malang Basri Zaini dan dipandu oleh Ahmad Bayhaqi Kadmi sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memperkuat konsolidasi gerakan lintas kampus, membangun diskursus kritis yang sehat, serta melahirkan gagasan strategis yang solutif dan implementatif demi kemajuan bangsa. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?