Banner Iklan

Peringati Hardiknas 2026, Tadris Matematika Helat Talkshow Penuh Makna dan Kreativitas

M. Kholilur Rohman
05 Mei 2026 | 21.05 WIB Last Updated 2026-05-05T14:33:15Z

 

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional di Aula Microteaching dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan inspiratif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (4) kemarin dengan tema kesehatan mental mahasiswa yang dinilai semakin relevan di tengah tekanan akademik.

Acara dibuka pada pukul 08.20 WIB oleh MC Muhammad Wahhab Al Hakim dan Umar Fatih Arkanuddin yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib, dilanjutkan dengan pembacaan qiroah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Rangkaian pembukaan ini menjadi fondasi sebelum memasuki inti kegiatan.

Pada sesi sambutan, Sekretaris Program Studi, Bapak Dimas Femy Sasongko, M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Ia menyampaikan arahan dari Kemenristekdikti serta Rektor UIN, Ibu Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, mengenai pentingnya dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa. Menurutnya, tekanan akademik, tuntutan organisasi, hingga kehidupan sosial mahasiswa sering kali menjadi sumber stres. Oleh karena itu, kampus harus mampu menjadi ruang yang aman dan mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh. Sambutan ini menjadi pengantar yang kuat menuju tema utama kegiatan.

Foto: Pemaparan materi 

Memasuki inti acara, talk show bertajuk “Stop Overthinking, Start Healing: SEFT untuk Mahasiswa Tadris Matematika” menghadirkan Dr. Fina Hidayati, S.Psi., M.A., selaku Ketua Program Studi S1 Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Dini Aulia Putri sebagai moderator.

Diskusi berlangsung interaktif dan dekat dengan realitas mahasiswa. Dr. Fina membuka materi dengan menegaskan bahwa setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Namun, yang sering memperumit keadaan adalah cara berpikir yang berlebihan terhadap masalah tersebut.

“Masalah itu bukan tentang apa yang terjadi, tetapi pikiran yang berlebihan tentang apa yang terjadi,” ungkapnya, yang langsung mendapat perhatian serius dari peserta. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Dr. Fina memperkenalkan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sebagai solusi praktis. Ia mengajak peserta langsung mempraktikkan tiga tahapan utama, yaitu set up, tune in, dan tapping. Pada tahap set up, peserta diajak menerima masalah dan berdoa sambil menepuk bagian tubuh sebagai bentuk afirmasi.

Tahap tune in mengajak peserta merasakan emosi dan memberi nilai intensitasnya secara jujur. Selanjutnya, tahap tapping dilakukan dengan mengetuk titik tubuh dari kepala hingga dada untuk membantu merilekskan pikiran. Sesi ini ditutup dengan latihan pernapasan, yang membuat suasana ruangan menjadi lebih tenang dan reflektif.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringati Hardiknas 2026, Tadris Matematika Helat Talkshow Penuh Makna dan Kreativitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now