LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM
Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi membuka peluang kemitraan investasi strategis jangka panjang di sektor pariwisata melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) untuk pengelolaan wisata Pemandian Selokambang, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko.
Kawasan wisata ini memiliki luas lahan mencapai 49.121 meter persegi dengan luas bangunan 2.007 meter persegi. Nilai aset daerah tersebut tercatat sebesar Rp9,8 miliar, menjadikannya salah satu potensi unggulan yang siap dikembangkan secara profesional.
Ketua Panitia Pemilihan Mitra KSP, Agni Asmara Megatrah, menjelaskan bahwa skema kemitraan ini dirancang berbasis kinerja dengan memberikan ruang pengelolaan yang komprehensif kepada mitra strategis.
“Selokambang diproyeksikan menjadi aset pariwisata dengan potensi memperluas multi-sumber pendapatan, mulai dari layanan wisata inti hingga integrasi ekonomi kreatif dan UMKM berbasis kawasan,” ujar Agni, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, rencana kerja sama ini akan berlangsung selama 10 tahun. Cakupan pengelolaan meliputi pengembangan destinasi berbasis pengalaman wisata (experience tourism), peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur, penguatan ekosistem usaha pendukung, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa sejumlah infrastruktur vital tidak termasuk dalam objek kerja sama. Di antaranya adalah broncaptering, rumah pompa dan panel, reservoir, serta jaringan pipa PDAM.
Investasi ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi aset daerah, tetapi juga diarahkan untuk membentuk rantai nilai pariwisata regional yang mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi sektor jasa, perdagangan, UMKM, serta penyerapan tenaga kerja lokal.
“Selokambang memiliki posisi strategis sebagai aset wisata alam yang berpotensi ditransformasi menjadi destinasi unggulan berbasis pengelolaan profesional dan investasi berkelanjutan,” tegasnya.
Pendaftaran seleksi mitra telah dibuka sejak 4 Mei 2026 melalui kanal resmi pemerintah daerah. Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan kompetitif dengan mengedepankan prinsip transparansi.
Melalui skema KSP ini, Wisata Selokambang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berkembang sebagai platform investasi pariwisata jangka panjang yang mampu meningkatkan daya saing regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.(Puj)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?